SBY: Saya Alami Rangkaian Fitnah dan Serangan Politik Kasus E-KTP


Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono angkat bicara terkait namanya yang mencuat di sidang megakorupsi e-KTP atau KTP Elektronik. SBY menyebut hal itu sebagai ujian dari Tuhan yang Maha Esa.

"Kita diuji kembai oleh Tuhan dan sejarah. Semoga ujian ini dapat kita hadapi dengan tulus," kata Susilo Bambang Yudhoyono, di kantor DPP Demokrat, Jalan Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/2/2018).

Susilo Bambang Yudhoyono lalu menyebut ujian serupa yang dialami Demokrat saat Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

"Mengalami satu rangkaian fitnah dan serangan politik yang menurut saya sangat keterlaluan dan jauh dari akhlak politik," kata SBY.

Rangkaian serangan itu adalah tuduhan mendanai aksi massa, dituduh menggerakan kelompok tertentu untuk membom Istana Negara, serta sekelompok orang yang berdemo di kediaman SBY, serta testimoni dari mantan Ketua KPK Antasari Azhar.

Fitnah itu, SBY menambahkan, berdampak pada kekalahan pasangan yang Demokrat usung, Agus Harymurti Yudhyono dan Silviana Murni.

"Sangat merugikan calon yang kita usung waktu itu, Agus Harymurti, kalah telak. Meskipun AHY dengan sabar dan ikhlas," kata SBY.

Sidang e-KTP


Pada sidang Kamis, 25 Januari 2018, Firman Wijaya bertanya kepada Mirwan Amir, apakah proyek e-KTP ada kaitannya dengan pemenangan Pemilu 2009.

"Memang itu program dari pemerintah," ujar Mirwan menjawab pertanyaan Firman di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

Kemudian, Firman mempertegas dengan menanyakan siapa pemegang pemerintahan pada 2009. Dengan tegas, Mirwan menyebut nama Ketua Umum Partai Demokrat.

"Susilo Bambang Yudhoyono," kata dia.

Adapun SBY telah hadir sekitar Pukul 11.15 WIB di kantor DPP Demokrat. Tak lama berselang putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyusul hadir.

Firman kembali bertanya apakah Mirwan Amir sempat mendapat intervensi terkait program e-KTP. Mirwan menjawab tidak. Kemudian, Firman bertanya kembali apakah Mirwan sempat berkomunikasi dengan SBY soal e-KTP.

"Tidak pernah, tapi saya dengar saran dari Pak Yusnan Solihin bahwa program e-KTP ini ada masalah. Karena itu Pak Yusnan membuat surat yang ditujukan kepada pemerintah. Saya juga percaya dengan Pak Yusnan kalau memang program ini tidak baik, jangan dilanjutkan," kata dia.

Mirwan menyebutkan, Yusnan Solihin, yang merupakan pengusaha sekaligus politikus Partai Gerindra sudah melihat kejanggalan dalam proses e-KTP. Berdasarkan pernyataan Yusnan, Mirwan mengaku sudah menyampaikan kejanggalan e-KTP kepada SBY.

"Pernah saya sampaikan bahwa program e-KTP ini lebih baik tidak dilanjutkan," kata dia.

Mirwan mengaku menyampaikan hal tesebut langsung kepada SBY di Cikeas. Namun, SBY memerintahkan untuk melanjutkan proyek tersebut.

"Tanggapan dari Bapak SBY bahwa ini untuk menuju Pilkada, jadi proyek ini harus jalan terus," kata dia. [liputan6.com]