Menanti Gebrakan Prabowo Penantang Jokowi di Pilpres 2019


Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 akan tiba, sejumlah tokoh Nasional dan partai politik telah menunjukan manuver untuk menentukan sikap di pesta demokrasi akbar di Indonesia itu.

Sejumlah tokoh secara terang-terangan mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk kembali maju di Pilpres 2019. Bursa pendamping Jokowi pun banyak didiskusikan.

Di sisi lain, sejumlah penantang Jokowi pun kembali mencuat. Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto tetap jadi penantang utama. Elektabilitas Prabowo dirasa jadi yang paling dekat dengan Jokowi. Sedangkan kabar poros baru di Pilpres 2019, masih angin-anginan.

Khusus Prabowo, sejumlah elemen masyarakat mulai terang-terangan mendorong kembali Prabowo Subianto menjadi penantang Jokowi. Salah satunya adalah DPD Partai Gerindra DKI yang mendeklarasikan diri mendukung Prabowo maju sebagai Calon Presiden pada 2019.

Tak hanya DPD Gerindra DKI, sebanyak 34 DPD Partai Gerindra diklaim akan mendeklarasikan Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) 2019. Deklarasi tersebut sebagai desakan agar mantan Danjen Kopassus itu segera menyatakan diri untuk ikut berpartisipasi pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

"Seluruh Indonesia mendeklarasikan dalam waktu yang sama agar Pak Prabowo segera mencalonkan jadi calon presiden. Ini terjadi di seluruh di indonesia," kata Ketua DPD Partai Gerindra, M. Taufik di lapangan Arcici, Cempaka Putih, Jakarta Timur, Minggu (11/3/2018).

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu mengaku seluruh masyarakat sudah menanti-nanti pernyataan dari orang nomor satu di Partai Gerindra tersebut. Oleh karenanya, ia meminta suara yang lahir dari pelosok daerah didengar oleh kader di DPP.

"Ini kan kita serap suara rakyat Jakarta dan sebagian masyarakat Indonesia meminta kepada DPD-DPD Gerindra untuk segera menyampaikan ke DPP nya untuk segera dicalonkan Pak Prabowo sebagai capres," imbuhnya.

Ia menambahkan, pihaknya optimis kalau purnawirawan TNI itu akan menyambut positif deklarasi yang digagas oleh seluruh DPD itu. Sebab, kata dia, jiwa kenegarawanan beliau akan tergugah untuk segera maju menjadi capres.

"Meski Pak Prabowo belum nyatakan diri, optimis Pak Prabowo maju," jelasnya.

Deklarasi Dukungan Tanpa "Tokoh Utama"

Meski DPD Partai Gerindra DKI Jakarta menggelar kegiatan deklarasi Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) 2019. Namun, orang nomor satu di partai berlambang kepala burung garuda itu dipastikan tak hadir.

"Hadir enggak hadir, enggak masalah, tetap dilakukan pencanangan," kata Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, M. Taufik.

Menurut dia, ketidakhadiran Prabowo dalam acara deklarasi tak menjadi masalah. Sebab, yang terpenting dirinya telah menjalankan sebuah amanat masyarakat agar partainya kembali mencalonkan purnawirawan TNI itu pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

"Yang penting hadirnya suara rakyat untuk Prabowo," imbuhnya.

Meski tanpa "tokoh utama" namun, jalannya deklarasi itu tetap dilakukan. Bahkan penuh semangat. M. Taufik mendeklarasikan Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2019-2024.

"Dengan ini kami mencalonkan H. Prabowo Subianto menjadi Presiden RI masa bakti 2019-2024," kata Taufik dengan suara memekik di atas panggung.

Suara pidato wakil ketua DPRD DKI ini disambut sorak-sorai oleh ratusan kader yang hadir dalam kegiatan tersebut. "Siap dimenangkan?" kata Taufik sembari mengepalkan tangan. "Siap!" teriak seluruh kader yang meramaikan lokasi.

Kegiatan deklarasi hanya diwakilkan oleh Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani. Lalu, juga terlihat anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Aryo Djojohadikusumo.

Menanti Jawaban Prabowo

Meski sudah terang-terangan didukung oleh sejumlah elemen masyarakat, Prabowo Subianto tetap urung mendeklarasikan diri maju di Pilpres 2019. Prabowo belum mengiyakan dan tak menolak ajakan sejumlah kader untuk kembali menjadi pesaing Jokowi. Namun, jawaban pasti Prabowo masih disimpannya di dalam hati.

Meski demikian, Wakil Ketua DPRD DKI, M Taufik berharap, keputusan pencalonan mantan Danjen Kopassus itu sebagai capres segera diputuskan oleh jajaran DPP Partai Gerindra. Sebab, itu merupakan segenap harapan dari seluruh masyarakat yang menginginkan perubahan.

"Kepada Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra agar menetapkan menjadi keputusan Partai Gerindra demikian deklarasi ini diumumkan," harapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno berharap, orang nomor satu di Partai Gerindra dapat menjadi capres di 2019. Bahkan, diklaim Sandiaga itu merupakan keinginan dari seluruh masyarakat Tanah Air.

"Ini mungkin bisa disampaikan langsung ke ketua umum, itu yang aspirasinya ini bagian dari mendengar dari aspirasi masyarakat, suara masyarakat ingin lapangan kerja lebih tercipta, ekonomi lebih bergerak, hidup yang susah Insya Allah lebih gampang ke depan, ini yang kita harapkan Gerindra mengawal semua percepatan pembangunan ke depan," jelas Sandiaga.

Pilpres 2019, nampaknya akan kembali disuguhkan pertarungan yang pernah berlangsung pada Pilpres 2014. Pesta demokrasi lima tahunan itu bakal kembali diramaikan oleh kedua tokoh, yaitu Joko Widodo dan Prabowo Subianto. [okezone.com]