Presiden Jokowi Ajak Kader Demokrat Bangun Etika Berpolitik


Presiden Joko Widodo (Jokowi) bicara soal demokrasi dalam pembukaan Rapimnas Partai Demokrat. Dia mengajak kader Demokrat untuk membangun etika politik yang baik di tengah masyarakat.

Jokowi mengatakan demokrasi adalah pilihan perjalanan bangsa yang harus dihormati. Sesuai dengan ideologi dan nilai-nilai etika serta memberikan manfaat bagi kepentingan umum.

"Melalui empat kali amendemen UUD 1945. Kita juga memilih sistem desentralisasi pemerintahan. Sistem kepartaian kita berubah jadi multipartai. Yang dikombinasikan dengan pemilihan secara langsung. Kebebasan politik warga negara juga dijamin. Kebebasan masyarakat berorganisasi," ujar Jokowi di Sentul International Convention Centre (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3/2018).

Namun, lanjut Jokowi, yang membuat demokrasi di Indonesia menjadi semakin 'seru' adalah teknologi informasi yang berkembang pesat. Dikatakan Jokowi, tersedianya teknologi informasi, khususnya media sosial, membuat interaksi sosial menjadi lebih gampang.

"Media sosial bagai media tanpa redaksi. Medsos juga kadang untuk menyebarkan berita bohong, hoax, mengumbar kebencian dan ini hampir ada di semua negara. Saya kira semua pemimpin pernah mengalaminya," katanya.

Jokowi pun mencontohkan salah satu berita bohong yang pernah menimpa dirinya sebagai kepala pemerintahan. Yakni kabar soal puluhan ribu tentara China masuk ke Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

"Setelah kita cek tidak ada. Lalu ada 41 kasus kejahatan kepada ulama, ternyata tak benar. Hanya 3 kasus, namun sekarang sudah ditangani. Rasanya tidak mungkin kalau berita-berita itu ada yang tidak tahu," katanya.

Untuk itu, kata Jokowi, dirinya telah memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menindak tegas persoalan berita bohong tersebut.

"Artinya, demokrasi kita cukup baik tapi harus terus ditingkatkan. Reformasi politik tidak hanya cukup pada pemilu yang jujur dan adil," katanya.

Di hadapan ribuan pimpinan dan kader Partai Demokrat, Jokowi mengajak membangun etika berpolitik yang baik.

"Ada dua hal yang perlu saya tekankan, kita harus bangun etika berpolitik, tata krama dalam berpolitik. Kedua, kita harus membuat demokrasi dirasakan oleh rakyat, demokrasi yang memakmurkan rakyat," kata Jokowi. [detik.com]