Cak Imin Ngotot Jadi Cawapres Jokowi demi Muluskan Langkah Capres 2024


Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar terus bermanuver untuk mendapatkan posisi sebagai calon wakil presiden Jokowi. Seakan tak pernah lelah, Cak Imin sapaan Muhaimin melakukan berbagai manuver, mulai dari memasang baliho, mendeklarasikan posko pemenangan Jokowi-Muhaimin (Join) hingga melakukan safari politik ke berbagai tokoh.

Langkah-langkah tersebut terus dilakukan meski dirinya menjadi bahan ejekan partai pendukung Jokowi lain karena dinilai terlalu berambisi menjadi cawapres Jokowi.

Ketua DPP PKB Jazilul Fawaid menjelaskan ada beberapa hal yang membuat pimpinannya ngotot jadi cawapres Jokowi. Salah satunya untuk memberikan efek kemenangan parpol dalam pemilu baik Pilkada 2018 hingga Pileg 2019.

"Salah satunya efek elektoral bahwa pengaruh pemilu serentak itu partai dan kadernya mencalonkan diri dan ketum cawapres," kata Jazilul kepada kumparan (kumparan.com), Minggu (15/4).

"Itu akan berpengaruh pada suara partai di 2019," imbuhnya.

Dari perolehan suara partai di 2019 nanti bisa menurutnya bisa menjadi modal di 2024. Termasuk menjadikan Cak Imin sebagai capres nanti.

"Nah suara partai 2019 akan berpengaruh pada proses di 2024. Nah perlu diketahui pilpres 2019 ini menggunakan tiket 2014," katanya.

"Iya untuk capres  (2024),"imbuhnya.

Sementara itu, Wasekjen Dita Indah Sari juga menjelaskan ada alasan lain Cak Imin ngotot jadi cawapres Jokowi yaitu desakan dari para kader dan para alim ulama. Mereka menginginkan agar ada perwakilan santri yang bisa menjadi cawapres nanti.

"Ada juga suara dari para kader, kiai dan alim ulama untuk menjadikan cawapres sekarang dari kalangan santri," pungkasnya. [kumparan.com]