Cerita Paspampres Wanita Kawal Presiden Jokowi di Peringatan Hari Kartini


Kegiatan Presiden Joko Widodo hari ini sudah padat sedari pagi. Agenda diawali dengan menghadiri Apel Kartini di Monas, Jakarta Pusat. Seperti biasa, pengawalan ketat melekat pada orang nomor satu di Indonesia itu.

Namun, Rabu (25/4), ada perbedaan pada personel pengawal presiden atau Paspampres. Jika biasanya laki-laki bertubuh tegap, kali ini delapan orang wanita yang menjadi pengawal presiden.

Pengawalan Paspampres wanita dari Grup A ini merupakan bagian dari memperingati Hari Kartini. Mereka adalah Sertu (K) Vera Devita Siregar, Sertu Nenci Kadir, Sertu (K) Rodyah, Sertu (Keu/W) Fatihatun Nida, Sertu Viky Agustin, Sertu (K)  Debora S, Sertu (K) Devi Suci, dan Serda (K) Welly Cahya F.

kumparan (kumparan.com) berkesempatan untuk mewawancarai para pengawal presiden tersebut. Salah satunya yakni Sertu (K) Vera Devita Siregar yang membagikan kisahnya mengawal presiden.

Vera mengaku tak ada persiapan khusus untuk pengawalan presiden di Hari Kartini. Sebab, menurutnya, setiap anggota Paspampres harus selalu siap setiap saat jika diminta untuk mengawal presiden.

"Karena kami untuk pengawalan sudah rutinitas. Begitu diperintahkan komandan, wanita TNI mengawal presiden, dan kami siap," ujar Vera di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (25/4).

Meski begitu, wanita TNI yang sehari-hari bertugas mengawal Ibu Negara Iriana Widodo itu mengatakan sempat deg-degan. Perasaan itu muncul lantaran biasanya pengawal presiden merupakan laki-laki.

"Rasa deg-degan pasti ada. Tapi pengawalan adalah rutinitas kita, jadi setiap pergerakan Bapak (presiden), setiap ada ancaman apa pun kita harus siap," ucapnya.


Vera menjadi prajurit TNI sejak tahun 2011. Saat itu, ia langsung ditugaskan menjadi salah satu anggota Paspampres. Perasaan bangga melekat di hatinya lantaran tak semua wanita TNI memiliki kesempatan yang sama.

Rasa bangga itu kini bertambah setelah ikut serta mengawal presiden di Hari Kartini.
"Perasaan saya sangat bangga sekali, karena yang mengawal presiden biasanya laki-laki. Tapi untuk hari Kartini ini, kita wanita semua yang mengawal bapak presiden," ungkap Vera.

Hal senada juga diutarakan oleh Sertu Nenci Kadir. Ia yang bergabung dengan Paspampres pada tahun 2014 mengaku bangga bisa mengawal secara langsung presiden.

"Perasaannya bangga sekali. Karena belum pernah semua orang mendapatkan kesempatan seperti saya dan teman-teman saya yang lain," ujar Nenci yang berasal dari Papua itu.

Sama dengan Vera, Nenci sehari-hari juga bertugas mengawal Ibu Negara. Meski demikian, ia mengaku tak ada persiapan khusus untuk pengawalan presiden kali ini.

"Karena sehari-hari kegiatan rutinitas kita pengawalan. Kita diperintahkan untuk mengawal, kita langsung mengawal," ujarnya. [kumparan.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel