Ingatkan kader, Hasto minta kepala daerah terpilih tiru Presiden Jokowi


Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menghadiri Rakercabsus yang digelar di Gardenia, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (15/4). Dia meminta seluruh kader PDIP dilibatkan dalam pilkada kota, kabupaten dan provinsi; pemilu legislatif hingga Pilpres mendatang.

"Jangan pernah lupakan cabang, anak cabang, ranting dan anak ranting termasuk satgas karena itulah kekuatan PDIP. Dedication of life selalu dibacakan pimpinan anak ranting karena kita mau menunjukkan bahwa PDIP selalu bergerak ke bawah bersama rakyat," katanya dalam keterangan tertulisnya.

Dia meminta kader yang kelak terpilih jadi kepala daerah, meniru kepemimpinan Presiden Jokowi. Bagi Hasto, penting bagi elit partai untuk turun ke bawah bersama rakyat karena itulah yang menjadi ciri khas PDIP.

"Kepemimpinan bersama dan di tengah-tengah rakyat itu jugalah yang diterapkan Presiden Jokowi" tambahnya.

Hasto meminta calon kepala daerah Karolin-Gidot yang bertarung di provinsi, maupun Muda Mahendrawan-Sujiwo yang bertarung di Kabupaten Kubu Raya agar mencontoh kinerja Presiden Jokowi.

"Pemilu atau pilkada hanya alat politik. Berkuasa maksimal 10 tahun. Jadi jangan karena kekuasaan yang sesaat, membuat bangsa Indonesia terpecah belah" tegas Hasto.

"Ketuhanan adalah penting dan bahkan sangat penting tapi ketuhanan yang kita pegang adalah ketuhanan yang berkebudayaan, ketuhanan yang tidak egois, ketuhanan yang toleran," jelas Hasto.

Bagi PDI Perjuangan dan Presiden Jokowi, Kalimantan adalah daerah istimewa. Dalam Kongres III tahun 2005, partai sepakat untuk menetapkan Kalimantan dan daerah perbatasan lainnya sebagai halaman terdepan Indonesia. Keputusan kongres ini kemudian ditindaklanjuti Presiden Jokowi dengan mempercantik seluruh wajah perbatasan negeri ini, termasuk Kalbar.

"Pak Jokowi telah jadikan Kalimantan sebagai halaman depan Indonesia. Kebijakan ini perlu kita teruskan. Maka penting memenangkan pilkada kabupaten, kota dan provinsi karena itu satu tarikan nafas untuk memenangkan presiden di 2019," tutup Hasto. [merdeka.com]