Jadi Tokoh Muslim Berpengaruh, PSI: Jokowi Tak Anti Islam


Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan terpilihnya Presiden Jokowi menjadi satu dari 500 tokoh Muslim berpengaruh di dunia, adalah bukti Jokowi tidak anti-Islam. Sekretaris Jenderal PSI, Raja Juli Antoni, menyampaikan bahwa masuknya Jokowi dalam survei yang dilakukan The Royal Islamic Strategic Studies Centre yang berkedudukan di Amman, Yordania, menunjukkan pengakuan dunia atas prestasi Jokowi sebagai pemimpin Muslim yang baik.

"Aneh bila dunia mengakui presiden kita sebagai pemimpin muslim yang berpengaruh, sebagian rakyat Indonesia masih ada saja yang mempertanyakan keislaman Pak Jokowi untuk kepentingan politik. Sama sekali tidak ada bukti bahwa Pak Jokowi anti-Islam," ujar Toni melalui keterangan tertulis yang diterima VIVA pada Sabtu, 14 April 2018.

Toni menyampaikan, Jokowi memiliki kedekatan khusus dengan dua ormas Islam terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah. Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga memiliki hubungan yang baik dengan pemerintah.

"Demikian pula (kedekatan Jokowi dengan) organisasi-organisasi yang selama ini menjalankan ajaran Islam sebagai rahmat bagi sekalian alam,” ujar Toni.

Lebih lanjut, Toni memberi ucapan selamat kepada Jokowi atas diraihnya prestasi. Ia berpandangan dunia telah mengakui Jokowi berhasil membangun Islam moderat di Indonesia yang merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Selain itu, Toni berpandangan dunia mengakui metode blusukan yang menjadi kebiasaan Jokowi sebagai hal efektif yang dilakukan pemimpin negara guna melaksanakan kewajibannya

"Pak Jokowi juga telah membawa terminologi blusukan menjadi mendunia," ujar Toni.

Sebelumnya, Jokowi menjadi salah satu tokoh muslim berpengaruh di dunia versi "The World's 500 Most Influental Muslims 2018". Buku tersebut, merupakan terbitan terbaru dari "The Muslim 500", sebuah buku tahunan yang merangkum 500 muslim berpengaruh di dunia.

Jokowi menduduki peringkat ke-16. Jokowi satu peringkat di bawah Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan, yaitu Pangeran Mahkota Abu Dhabi dan Deputi Komandan Tertinggi Pasukan Angkatan Darat UEA, yang menduduki peringkat ke-15.

Jokowi berada satu peringkat di atas Sheikh Abdul Aziz ibn Abdullah Aal Al-Sheikh, yang merupakan Grand Mufti atau Ulama Besar Kerajaan Saudi Arabia yang berada di peringkat ke-17. 

Selain Jokowi, ada pula nama tokoh muslim di Indonesia, yaitu Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj yang berada di peringkat ke-22. Sementara, mantan Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr Din Syamsuddin masuk Honourable Mentions. [viva.co.id]