Saat Presiden Jokowi "Dicegat" Sekumpulan Anak SD di Asmat Papua


Medan yang berat di Kabupaten Asmat membuat Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) harus menggunakan sepeda motor listrik untuk menuju lokasi yang dituju. Dengan hujan-hujanan, Jokowi berboncengan dengan sang istri Iriana Joko Widodo.

Gaya Jokowi yang berkeliling menggunakan sepeda motor listrik menarik perhatian warga. Sambutan demi sambutan dilakukan saat bertemu dengan Jokowi. Ada yang sekadar melambai dan memanggil, ada yang menyambut dengan tari-tarian tradisional, bahkan ada pula yang langsung "mencegat" Jokowi di tengah jalan.

Cara yang terakhir dilakukan sekumpulan anak SD di Asmat. Mereka langsung mencegat Jokowi hnya untuk sekadar menyalami dan menyampaikan satu dua harapan mereka untuk kesejahteraan yang lebih baik. Jokowi dan Iriana pun tampak menyambut "keberanian" anak-anak tersebut.

Seperti diketahui, Jokowi memboncengkan Ibu Negara Iriana dengan motor listrik berwarna merah menuju Aula Wiyata Mandala, Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat yang berjarak 2,8 kilometer.

Saat tiba di aula, Presiden dan Ibu Negara Iriana menyaksikan langsung pemberian makanan tambahan kepada anak-anak dan ibu-ibu. Selanjutnya, mereka berdialog dengan para ibu, bahkan beberapa kali Presiden menggendong anak-anak.

Dari aula tersebut, Presiden dan Ibu Negara Iriana melanjutkan perjalanan dengan motor listrik berwarna merah menuju proyek infrastruktur di Kampung Kayeh. Di tempat itu tengah dibangun berbagai proyek infrastruktur untuk Kabupaten Asmat, di antaranya jembatan gantung.

Saat menuju proyek ini, Presiden harus mengendarai motor listrik itu melewati jembatan panjang yang terbuat dari kayu dan hanya memiliki lebar tidak lebih dari 3 meter. Ketika tengah menuju proyek infrastruktur, Presiden dan Ibu Negara Iriana disambut tari-tarian oleh warga.

Usai meninjau Kampung Kayeh, Presiden dan Ibu Negara Iriana bersama rombongan menyeberangi sungai ke lokasi pembangunan 114 unit rumah khusus yang telah dibangun sejak 2016 dengan biaya Rp19,9 miliar di Kampung Amanamkai, Distrik Atjs dan Kampung Syuru, Distrik Agats sebanyak 114 Unit dengan menggunakan speed boat.

Tercatat tahun ini dibangun kembali sebanyak 100 unit rumah khusus yang tersebar di empat kampung, yakni Kampung Priend Distrik Fayid (34 unit), Kampung Ass dan Kampung Atat Distrik Pulau Tiga (33 unit), dan Kampung Warkai Distrik Betsbamu (33 unit).

Salah satu penyebab penduduk enggan berpindah ke lokasi rumah khusus yang telah dibangun adalah belum adanya jembatan penghubung antarkampung yang terpisahkan sungai.

Oleh karena itu, akan dibangun empat jembatan gantung dengan anggaran Rp46 miliar berlokasi di Kampung Syuru Baru Distrik Agats (72 meter), Kampung Yerfum Distrik Der Koumor (72 meter), Kampung Hainam Distrik Pantai Kasuari (120 meter), dan Kampung Sawaerma (96 meter).

Jalan panggung dari kayu yang sudah lapuk juga akan diperbaiki dengan jalan beton dengan teknologi pracetak sepanjang sekitar 12 km dengan lebar rata-rata 4 meter.

"Untuk infrastruktur jembatan gantung menerobos ke arah pemukiman akan memutari kota ini sepanjang kurang lebih 12 kilometer. Semuanya disokong oleh beton, lebih awet dan kita ingin tata ruang di Kabupaten Asmat bisa lebih tertata kotanya," ujar Kepala Negara. [okezone.com]