Duet Jokowi-AHY Bakal Akhiri Perang Dingin Mega-SBY?


Partai Demokrat memprediksi Jokowi tertarik menggaet Agus Harimurti Yudhoyono sebagai pendamping di Pilpres 2019. Apa duet ini bisa mengakhiri 'perang dingin' antara Megawati dan SBY?

Perang dingin SBY dengan Megawati ditandai mundurnya SBY dari jabatan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan menjelang Pilpres 2004. Saat itu Megawati adalah Presiden RI dan maju ke pilpres sebagai petahana, tapi akhirnya SBY yang menang.

Kini SBY dan Megawati tak maju lagi mencalonkan diri. Sebagai Ketua Umum PDIP, Megawati punya jagoan, yakni Jokowi, yang sudah mendapat dukungan untuk menjadi capres. Sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, SBY punya putra yang juga mulai moncer dalam beberapa survei, yakni AHY.

Kemesraan Jokowi dengan SBY dan AHY di pembukaan Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat pada 10 Maret lalu membuka spekulasi bahwa Jokowi akan berduet dengan AHY sebagai pasangan capres-cawapres.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menyebut tipis kemungkinan Jokowi berduet dengan AHY."SBY dan Megawati sampai sekarang masih perang dingin. Jangan lupa, penentu pendamping presiden Jokowi veto player bukan sama Jokowi, namun ditentukan Megawati," kata Pangi saat dihubungi wartawan, Selasa (13/3/2018).

Namun kini seolah kebekuan itu menunjukkan gejala mencair. Suasana politik antara kubu Partai Demokrat dan kubu PDIP semakin hangat lewat penerimaan yang bersahabat untuk Jokowi dalam pembukaan Rapimnas Partai Demokrat.

Demokrat memprediksi Jokowi tertarik kepada AHY. "Saya kira juga Presiden Jokowi menonton, melihatnya, dan menarik untuk mempertimbangkannya (AHY). Dia (Jokowi) datang lihat sendiri, puluhan ribu yang berikan respek dan respons terhadap beliau," ucap Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan, Minggu (11/3) lalu.

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menilai publik terlalu menyoroti 'perang dingin' antara Mega dan SBY. Padahal ada kehangatan politik juga di antara keduanya. Seperti akhir-akhir ini, cuaca politik dirasakan PDIP sudah cukup teduh. PDIP menyambut baik sikap bersahabat dari Partai Demokrat.

"Pokoknya intinya kita menyambut gembira gestur-gestur persahabatan, proses pendewasaan politik, komunikasi menjadi lebih baik," kata Hendrawan kepada detikcom, Selasa (13/3).

Jadi, akankah perang dingin Megawati-SBY diakhiri dengan duet Jokowi-AHY pada 2019?. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel