Duet Jokowi-AHY Dinilai Bakal Terganjal Perang Dingin Mega-SBY


Alat pemukul gong itu sudah di tangannya. Tapi Presiden Joko Widodo tak langsung mengayunkan ke arah gong. Dia melambaikan tangan ke arah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang saat itu berdiri bersama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Hinca Panjaitan untuk berdiri di sampingnya.

Lalu, 'Dung..dung..dung..dung!', tepuk tangan pun membahana sebagai tanda Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat resmi dibuka di Sentul, 10 Maret lalu.

Ajakan Jokowi kepada AHY selaku Ketua Komando Tugas Bersama Partai Demokrat untuk mendampinginya memukul gong ada yang menafsirkan sebagai simbol untuk berduet dalam Pemilihan Presiden 2019.

PDIP sebagai pendukung utama mengakui bahwa nama AHY masuk dalam daftar pertimbangan cawapres Jokowi. Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menyebut ada tiga daftar terkait isu tersebut.

Ada daftar panjang yang berisi nama-nama yang memenuhi kriteria umum, daftar pendek yang berisi kriteria lebih spesifik, dan daftar prioritas.

"Saya menduga nama AHY masuk daftar pendek," kata Hendarawan kepada wartawan, Senin (12/3/2018). Namun dia enggan menyebut apakah AHY akan masuk ke dalam daftar prioritas. Sebab belum ada pembicaraan lebih lanjut soal itu.

Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun pesimistis duet Jokowi-AHY akan terwujud. Jika AHY dipilih mendampingi Jokowi, PDIP akan kehilangan peluang di Pemilu 2024.

"Jika PDIP mengambil Cawapres dari luar partai, apalagi dari Demokrat, PDIP akan kesulitan di 2024," kata Rico saat berbicang dengan detikcom, Selasa (13/3/2018).

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago juga menyebut tipis kemungkinan Jokowi duet dengan AHY. Apalagi hubungan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono hingga saat ini masih dingin.

"SBY dan Megawati sampai sekarang masih perang dingin. Jangan lupa, penentu pendamping presiden Jokowi veto player bukan sama Jokowi namun ditentukan Megawati. Veto player itu aktor determinan yang menentukan kebijakan strategis," kata Pangi.

Menurut dia, jika Jokowi disandingkan dengan AHY, PDIP seolah membesarkan kader Demokrat dan berpeluang berkuasa dua periode selanjutnya. Kalau pun PDIP mengambil Cawapres dari luar partai, kata Pangi, tentu tak akan mengambil dari luar Partai Demokrat. "PDIP tentu enggak akan membiarkan AHY jadi cawapres Jokowi," tambah Pangi. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel