Jokowi Makin Pede, Prabowo Perlu Gaet Dukungan Lagi


Joko Widodo (Jokowi) seolah semakin mantap menuju pencapresan. Dia sudah mendapat dukungan dari PDIP, Partai NasDem, PPP, Partai Hanura, dan Partai Golkar. Adapun Prabowo juga mantap mendapat dukungan partainya sendiri, Partai Gerindra.

Partai Hanura mendeklarasikan dukungan untuk pencapresan Jokowi saat Rapimnas pada 4 April 2017. PPP mendeklarasikan dukungan ke Jokowi lewat forum penutupan Mukernas PPP pada 21 Juli 2017. NasDem melakukannya via Rapat Kerja Nasional IV pada 15 November 2017. Pada Rapimnas III Partai Golkar pada 18 Desember 2017, dukungan kepada Jokowi juga dideklarasikan oleh partai berlambang pohon beringin ini.

PDIP, partai asal Jokowi, mendukung pencapresan pria asal Solo itu lewat forum Rakernas III pada 23 Februari 2018. Tentu jumlah minimal kursi parlemen sebagai syarat pencapresan bisa dengan mudah dipenuhi pihak Jokowi.

Terakhir, Jokowi semakin dekat dengan Partai Demokrat. Bahkan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendoakan Jokowi sukses di Pilpres 2019 serta membuka lebar kemungkinan berjuang bersama Jokowi. Tentu ini menambah pede pihak Jokowi.

"Memang inkumben tingkat elektabilitasnya paling tinggi. Biasanya memang demikian, sama seperti SBY pada Pemilu 2009 itu juga didukung koalisi besar," kata pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Gun Gun Heryanto, kepada detikcom, Selasa (13/3/2018).

Di sisi lain, bakal calon presiden Prabowo Subianto juga mendapatkan dukungan untuk maju ke Pilpres 2019. DPD Gerindra DKI Jakarta mendeklarasikan dukungan untuk Prabowo di Lapangan Arcici, Rawasari, Jakarta Pusat, Minggu (11/3). Sehari kemudian, pada Senin (12/3) kemarin, giliran pengurus 34 DPD Gerindra mendeklarasikan Prabowo sebagai capres. Deklarasi digelar di Hotel DoubleTree Cikini, Jakarta Pusat. Prabowo tak hadir di kedua acara deklarasi dukungan itu.

Selain Gerindra sendiri, ada PKS yang tampak kompak dalam satu haluan. Bila kedua partai ini bersatu mendukung Prabowo, mereka sudah bisa melampaui ambang batas pencapresan sebesar 20% kursi DPR. Jumlah kursi Gerindra dan PKS sebesar 20,1%.

"Mereka perlu berupaya mempersuasi partai lain," kata Gun Gun.

Untuk menjamin kemenangan di akar rumput, koalisi yang lebih besar bisa lebih berguna. Yang potensial digaet Gerindra, menurut Gun Gun, adalah PAN selaku partai yang belum mendeklarasikan dukungan pencapresan.

Namun masih ada pula kemungkinan poros ketiga, yang diisi partai-partai yang sampai saat ini belum mendeklarasikan dukungan ke bakal calon tertentu. Mereka adalah Partai Demokrat, PKB, dan PAN. Apalagi Partai Demokrat, meski belakangan mesra dengan Jokowi, punya tokoh yang belakangan sering disorot, yakni Agus Harimurti Yudhoyono. Menurut Gun Gun, belum tentu Partai Demokrat benar-benar berlabuh ke koalisi pendukung Jokowi.

"Sekalipun saya melihat Partai Demokrat semakin membuka diri pada kubu Jokowi, tapi kata kuncinya ada di PDIP dan di Ibu Megawati Soekarnoputri selaku ketua umum," kata Gun Gun. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel