Mensos Ajak Pengusaha Beramal di Daerah Perbatasan


Menteri Sosial Idrus Marham mengajak para pengusaha untuk terlibat aktif mengentaskan masalah sosial di masyarakat. Khususnya masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan di Indonesia.

Idrus menyebut rencananya untuk mengunjungi 41 kabupaten/kota daerah tertinggal di Indonesia. Dia kemudian mengajak para pengusaha yang telah hadir di acara temu penyelenggara undian gratis dan pengumpulan uang barang, untuk berperan aktif bersama-sama.

"Dalam rangka inilah tidak hanya disini bapak dan ibu sekalian mungkin mengumpulkan hadiah gratis dan pengumpulan uang dan barang, tetapi lebih dari itu barangkali bisa kita create secara bersama-sama melihat kesejahteraan yang ada di daerah perbatasan sehingga mereka dimana-mana akan bangga jadi warga negara Indonesia," tutur Idrus dalam sambutannya di acara 'Temu Penyelenggara Undian Gratis dan Pengumpulan Uang Barang' di Hotel Crowne Palaza, Jl. Gatot Subroto, Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (13/3/2018).

Nantinya, Idrus menantang para pengusaha ini untuk memenuhi panggilan kemanusiaan. Salah satunya dengan terlibat dalam kunjungannya ke-41 kabupaten/kota daerah tertinggal itu.

"Saya menantang kepada Bapak dan saudara sekalian karena tadi kita sepakat kita kumpul di sini ada panggilan kemanusian, insyaallah bulan depan saya akan keliling di daerah batasan saya akan kunjungi 41 Kabupaten di daerah perbatasan. Kita ingin menetralisir masalah bagaimana masalah sosial yang ada di sana dan saya menantang bapak-ibu sekalian kita sama-sama mengabdi beramal dan Insyallah orang miskin yang ada di sana mendoakan bapak ibu semua," tutur Idrus.

"Jadi yang sudah dapat penghargaan maksudnya lebih tingkatkan lagi dan terus memberikan kontribusi," lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama Idrus menegaskan tujuan mengajak para pengusaha ke daerah perbatasan adalah untuk menggerakan seluruh elemen masyarakat agar terlibat aktif menangani masalah sosial.

"Tentu proyeksinya adalah kita ingin mengajak seluruh potensi bangsa dari pemerintahan tentunya. Jadi saya kira ini jalan tentu ini bisa kita satukan potensi yang ada apabila para pengusaha terlibat bersama-sama terlibat di sana kita akan lihat nanti bagaimana keterlibatannya agar kita lihat realitas masyarakat kita yang ada di daerah perbatasan," jelas Idrus kepada wartawan usai acara.

Idrus menuturkan adanya rencana mengajak para pengusaha ini bertujuan memberi pengetahuan kepada masyarakat agar melihat kondisi nyata di daerah perbatasan. Apalagi saat Asmat ramai dibahas, banyak yang tidak tahu tingkat keterisoliran daerah tersebut.

"Kita itu bisa fasih bicara tentang perbatasan kalau kita sudah di sana, kita baru berhak bicara bagaimana Asmat setelah kita berkunjung ke Asmat, banyak yang komentar soal Asmat tapi belum pernah berkunjung ke Asmat bagaimana tingkat kesulitan, keterisolirannya di sana. Nah ini saya kira tantangan pengusaha yang ada mari kita gotong -royong bagaimana mengatasi masalah dan kemiskinan kita," tegasnya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel