Menteri-menteri Presiden Jokowi Dapat Penghargaan Internasional


Sederet menteri kabinet kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di bidang ekonomi meraih penghargaan internasional dalam kurun waktu kurang dari empat tahun kabinet berjalan. Dalam catatan detikFinance, setidaknya ada tiga menteri ekonomi Kabinet Kerja yang mendapatkan penghargaan prestisius di dunia internasional, di antaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti hingga Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Yang paling anyar adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani yang dinobatkan sebagai Menteri Keuangan Terbaik di Asia Pasifik Tahun 2018 versi majalah keuangan, FinanceAsia, pada April 2018.

Dikutip detikFinance dari situs Kemenkeu.go.id, Minggu (15/4/2018), menurut FinanceAsia, Sri Mulyani dinilai berhasil membawa perkonomian Indonesia ke arah yang lebih baik. Sri Mulyani dianggap berhasil memanfaatkan kesempatan kemajuan ekonomi global untuk mereformasi struktur keuangan pada 2017 sehingga dapat bertahan saat terjadi kenaikan suku bunga di Amerika Serikat.

Sebelumnya Sri Mulyani juga menerima Penghargaan Menteri Terbaik di Dunia (Best Minister in the World Award) di World Government Summit yang diselenggarakan di Dubai, Uni Arab Emirates, pada Februari 2018.

Sri Mulyani menilai penghargaan ini menjadi bukti bahwa prestasi Indonesia diakui secara internasional. Dia mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas kerja kolektif pemerintah di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo, khususnya di bidang ekonomi.

Selanjutnya ada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang menerima penghargaan Seafood Champion Award dalam acara Seaweb Seafood Summit pada Juni 2017 di Seattle, Amerika Serikat.

Menteri Susi dianugerahi penghargaan kategori kepemimpinan (leadership) dari empat kategori yang ada, yaitu innovation, vision, advocacy, dan leadership.

Susi dianugerahi penghargaan tersebut karena dinilai sangat berani memberantas praktik penangkapan ikan secara ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (illegal unreported and unregulated fishing) oleh kapal asing dan lokal yang terjadi di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPPRI).

Sebelumnya dia juga menerima penghargaan maritim tertinggi dunia yakni Peter Benchley Ocean Awards pada Mei 2017 di Smithsonian, Washington DC.

Hal itu tidak terlepas dari kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam menerapkan berbagai kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan Indonesia yang meliputi pilar kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan.

Susi juga pernah mendapat penghargaan Leaders for a Living Planet dari World Wildlife Fund (WWF) pada September 2016 di Washington DC.

Presiden WWF Internasional Yolanda Kakabadse menjelaskan peran Susi dalam pemberantasan illegal fishing, dan perlawanan terhadap Unregulated and Unreported Fishing (IUUF) sehingga layak mendapatkan penghargaan ini.

"Menteri Susi memiliki semangat yang nyata dalam melestarikan lingkungan, terutama dalam memberantas penangkapan ikan secara ilegal. Tak banyak orang yang bisa melakukan langkah seperti ini," kata Kakabadse.

Kemudian ada nama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang menerima penghargaan International Lifetime Contribution Award 2017 dari Perhimpunan Insinyur Jepang atau Japan Society of Civil Engineers (JSCE) pada Juli 2017.

Basuki merupakan tokoh Indonesia pertama yang menerima penghargaan ini karena dinilai berhasil dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh wilayah Indonesia.

Dirinya juga pernah menerima penghargaan dari Asean Federation Engineering Organization(AFEO) atau organisasi insinyur di Asean untuk kategori AFEO Distinguished Honorary Fellow pada acara 34th Conference of The Asean Federation of Engineering Organization (CAFEO) pada November 2016 di Puerto Princessa, Palawan, Filipina.

Dia mendapat penghargaan karena kontribusinya dalam bidang keinsinyuran di Asean. Disamping itu juga diberikan penghargaan Asean untuk proyek infrastruktur yakni pengembangan Jalan Lingkar Nagreg, Jembatan Merah Putih di Ambon dan Telkomsel Merah Putih. Proyek-proyek tersebut dianggap merupakan solusi signifikan di lingkungannya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel