Presiden Jokowi punya motor chopper, Gibran bikin motor kustom model cafe racer


Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan apresiasi para penggiat motor kustom dalam negeri. Sebuah motor model chopper berkelir emas telah menjadi milik mantan Wali Kota Solo tersebut. Beberapa waktu lalu bahkan telah digunakan untuk sebuah acara kunjungan kerja di Sukabumi, Jawa Barat.

Kegemaran Jokowi bermotor rupanya juga diwarisi oleh putra pertamanya, Gibran Rakabuming Raka. Jika Jokowi memilih aliran modifikasi Chopper, suami Selvi Ananda itu lebih memilih aliran modifikasi bertajuk cafe racer. Aliran ini sudah dikenal di Inggris sejak tahun 1950-an. Di Indonesia sendiri aliran ini dikenal sekitar pertengahan 2011.

Kecintaan Gibran terhadap sepeda motor klasik dibuktikan dengan memodifikasi motor klasik basic CB 125. Jika Jokowi memilih warna emas, Gibran membuat motor keluaran tahun 1974 itu berbalut body full fairing berwarna biru muda.

Untuk mewujudkan keinginannya tersebut, Gibran mempercayakannya kepada Rich Richie Ride & Garage (RRRG) di Solo. Salah satu bengkel modifikasi yang beralamat di jalan Brigjend Katamso nomor 229, Solo.

"Konsep modifikasi motor ini sepenuhnya dari mas Gibran. Mas Gibran awalnya lihat di akun Instagram saya. Terus dia berkomentar dan minta nomor WA (WhatsApp). Kemudian dilanjut komunikasi lewat WA," ujar Eko Susanto, pemilik RRRG saat ditemui wartan di bengkelnya, Selasa (17/4).

Eko tak menyangka jika Gibran sendiri yang tertarik motor miliknya. Ia mengira jika yang komentar di instagram miliknya adalah karyawan katering Chilli Pari.

"Saya kira yang komentar itu karyawan katering. Karena pakai instagram Chilli Pari. Tetapi, ternyata yang ingin memodifikasi motor ternyata mas Gibran sendiri," jelasnya.

Lebih lanjut Eko menjelaskan, dibutuhkan waktu sekitar 3 bulan bagi timnya untuk menyelesaikan modifikasi motor pesanan Gibran tersebut. Modifikasi dilakukan total, mulai dari bodi, kaki-kaki dan juga mesinnya. Untuk bodi, Eko menuturkan, dirinya membuat fairing secara handmade dengan plat ketebalan 1,2 milimeter.

"Untuk tangki model hornet juga kami buat dengan handmade. Untuk shock depan menggunakan milik Honda Tiger, shock belakang after market. Jok juga dicustom, velg menggunakan aluminium, ban IRC SP 2, knalpot custom, lampu depan menggunakan H4. Untuk rangka masih ori tapi dicustom," jelasnya lagi.

Sedangkan untuk mesin, menggunakan electric starter seperti motor tahun muda. Untuk kick stater, tidak digunakan. Karena kalau dipaksakan menggunakan akan mengubah tampilannya.

"Jadi harus menggunakan double starter, kalau tidak, susah menghidupkannya, karena harus didorong," katanya.

Kendati sudah memodifikasi hingga selesai, Eko menutup rapat perihal besaran biaya. Ia mengatakan, motor hasil modifikasi yang dilengkapi dengan nomor 69 tersebut, nantinya tidak hanya digunakan untuk pajangan di Markobar, namun juga bisa dinaiki seperti motor lainnya.

"Rencananya motor itu juga akan ikut dalam Indonesia Motor Show (IMS) di Jakarta, Kamis (19/4) lusa," pungkas dia. [merdeka.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel