Sebut Utang Negara Masih Aman, Presiden Jokowi: Tanya ke Ahli Ekonomi Makro Supaya Jelas


Utang Indonesia pada pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) tercatat mencapai Rp4.034,80 triliun pada Februari 2018. Angka ini meningkat 13,46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal itu lah yang membuat sebagian orang mempertanyakan kebijakan Sang Presiden.

Saat ditanya utang negara, Jokowi menjelaskan bahwa posisi utang luar negeri Indonesia masih pada batas aman. Ia pun menyebutkan bahwa utang luar negeri sudah ada sejak pemerintahan sebelumnya.

"Masalah utang ini bukan hanya terjadi di pemerintahan kita, tapi pemerintahan sebelumnya juga sama karena memang dari sisi APBN kita tidak mencukupi untuk kita bangun negara ini. Paling penting satu, utang itu harus untuk hal produktif yang memberikan income kepada negara," jelas Jokowi dalam acara Special Interview di InewsTv, Minggu (15/4/2018).

"Kedua harus dihitung betul prosentase antara hutang dan Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Utang kita ini masih di bawah 30 persen (dari PDB) artinya masih kondisi aman, jadi hal yang sering digembar-gemborkan tanyakanlah kepada orang yang mengerti ekonomi makro jawabannya, supaya pasti dan jelas," ungkap Jokowi.

Jokowi juga menjelaskan bahwa jika dibandingkan dengan negara lain, utang Indonesia masih terbilang kecil. Untuk itu, Jokowi meminta kepada masyarakat untuk tak membesar-besarkan berita perihal utang, karena nyatanya, utang Indonesia masih dalam tahap aman.

"Bandingkan (utang kita) dengan Malaysia atau Jepang. Kita separonya aja gak ada. Sekarang hitung prosentasenya terhadap PDB kalau prosentase masih 30 persen kita itu sekarang masih 28-29 persen, artinya masih kecil. Dan UU juga memungkinkan, mengamanatkan maksimal (utang bisa) 60 persen (dari PDB) jadi yang paling penting bagi saya untuk hal yang produktif," jelasnya.

"Apa yang dibangun juga mendatangkan income dan manfaat bagi masyarakat. Yang kedua juga memberikan daya saing terhadap negara lain. Ketiga mengatasi ketimpangan antar wilayah terutama infrastruktur antar-wilayah," pungkasnya. [okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel