Sering ke Papua, Presiden Jokowi: Ketimpangan Ekonomi di Indonesia Harus Diseimbangkan


Bersama Sang Istri, Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Papua, Rabu-Jumat 11-13 April 2018. Dalam kesempatan itu, Jokowi meninjau Jembatan Holtekamp di Jayapura, Papua. Jembatan ini diperkirakan rampung pada akhir 2018.

"Jembatan ini memang disiapkan, direncanakan dengan baik setelah ground breaking Mei 2015 pengerjaan di lokasi di Jayapura sebagian di Surabaya. Pengerjaan paralel ini menghasilkan sebuah konstruksi luar biasa, baru pertama kali dikerjakan, (jembatan ini sepanjang) 733 meter," ujar Jokowi dalam acara Special Interview di InewsTv, Minggu (15/4/2018).

Jembatan sepanjang 1.328 meter termasuk bentang utama 733 meter ini berada diatas Teluk Youtefa yang menghubungkan Kota Jayapura dengan Distrik Muara Tami di Provinsi Papua. Nantinya waktu tempuh dari Kota Jayapura menuju perbatasan Skouw lebih cepat dari semula 2,5 jam menjadi 60 menit.

Keberadaan Jembatan Holtekamp, selain memperlancar konektivitas akan mendorong pengembangan wilayah Kota Jayapura ke Timur yakni ke arah Skouw. Hal ini juga ditunjang dengan pengembangan kawasan perbatasan Skouw sebagai embrio pusat ekonomi baru yang telah selesai bangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan dilanjutkan dengan pembangunan pasar.

Jokowi menyebutkan bahwa dengan jembatan ini, masyarakat bisa memangkas biaya transportasi dan menumbuhkan benih-benih pertumbuhan ekonomi baru di sekitar jembatan.

"Yang jelas biaya transport murah, yang kedua muncul titik pertumbuhan ekonomi baru terutama di lintas batas, di Skouw maupun di Jayapura, ada titik ekonomi baru. Ketiga Di sekitar jembatan akan menjadi tempat wisata bagus, indah, karena didukung oleh pemandangan jembatan yang bagus dan megah," ungkapnya.

Jokowi pun menjelaskan alasannya yang "ngotot" memperbaiki infrastruktur di Papua. Menurutnya, ketimpangan ekonomi antar-wilayah di Indonesa kurang merata, untuk itu, Jokowi mengaku tengah bekerja keras menyelesaikan ketimpangan tersebut.

"Ketimpangan infrastruktur antar-wilayah, ketimpangan ekonomi, harus diseimbangkan antara Indonesia bagian barat, tengah, timur. Inilah yang sedang proses dikerjakan, kenapa Transpapua dibangun itu untuk buka membuka simpul-simpul transportasi," ungkapnya.

"Urusan jalan tol, jembatan, pelabuhan juga dikerjakan, airport baru, ekspansi airport, pembangkit listrik. Stok infrastruktur kita ini tertinggal jauh, kenapa dikejar karena ketinggalan jauh. Sehingga daya saing logistik dan transportasi kalah," pungkasnya. [okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel