Bikin 'Kebun Angin', Presiden Jokowi: Mahal di Awal, Murah di Akhir

Foto: Sylke Febrina Laucereno

Hari ini pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) Sidrap I sudah diresmikan operasionalnya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Presiden menyebut dengan beroperasinya 'kebun angin' raksasa ini diharapkan bisa mendorong target elektrifikasi Indonesia.

Dalam sambutannya Jokowi mengungkapkan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk urusan pembangkit listrik. Saat ini Indonesia telah memiliki sejumlah pembangkit listrik tenaga uap yang menggunakan bahan bakar batu bara. Tapi ke depan Indonesia akan terus mendorong energi baru terbarukan (EBT).

Menurut Jokowi banyak sumber EBT yang bisa dikaji pembangunannya. Antara lain geothermal, matahari, angin dan air.

Menurut dia pembangunan ini akan terus dikembangkan. Misalnya saat ini di pulau Jawa bagian selatan hingga ke timur memiliki potensi yang besar.

"Di Jawa bagian selatan dan timur, informasi yang saya terima sangat bagus untuk membangun PLTB. Memang, investasi seperti ini awalnya tinggi, tapi lama kelamaan akan semakin murah," kata Jokowi saat meresmikan PLTB Sidrap, Senin (2/7/2018.

Dia menjelaskan, untuk PLTB bisa semakin murah karena tak membutuhkan bahan bakar fosil seperti PLTU.

"Karena ini tidak perlu ada supply seperti PLTU yang setiap hari bakar batu bara. Ini tidak dan supply bisa makin besar," kata dia.

Jokowi mengatakan, jika proyek pembangkit listrik baru sudah selesai maka akan menciptakan iklim kompetisi. Nah ini disebut akan membuat harga semakin turun dan bisa menciptakan daya saing.

"Kompetisi akan membuat harga listrik semakij turun, nanti akan ada daya saing terutama industri kita dengan negara lain. Arahnya ke sana," jelas dia. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel