Menlu Retno-Menlu Belanda Bahas Kerja Sama Ekonomi-Terorisme

Foto: Ray Jordan-detikcom

Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Belanda Stephanus Abraham Blok. Pertemuan membahas keanggotaan Indonesia di Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) hingga kerja sama antar kedua negara.

Retno mengaku senang dengan kehadiran Abraham ke Indonesia. Apalagi ini merupakan kunjungan pertama kali yang dilakukan Abraham ke Indonesia.

"Ini merupakan kunjungan pertama dari Menlu Belanda ke Indonesia atas jabatannya sebagai Menteri Luar Negeri Belanda," kata Retno saat jumpa pers di gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jl Taman Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (3/7/2018).

Retno mengatakan, pertemuannya dengan Abraham sudah dilakukan beberapa kali. Namun baru kali ini dilakukan di Indonesia.

"Ini merupakan pertemuan ketiga kami setelah pertemuan di New York pada Maret 2018 dan di Buenos Aires pada pertemuan G20 di bulan Mei 2018," katanya.

Kedua menlu juga membahas soal Indonesia yang menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB. Retno menegaskan, Belanda mendukung keanggotaan Indonesia tersebut.

"Saya memanfaatkan kesempatan ini untuk mengapresiasi dukungan kuat dari Belanda untuk keanggotaan Indonesia di DK PBB. Sebagai informasi, tahun ini Belanda menjadi anggota tidak tetap DK PBB," katanya.

Selain itu, kedua negara juga membahas kerja sama bidang ekonomi dan pariwisata. Retno menegaskan, Belanda merupakan salah satu rekan penting Indonesia untuk kerja sama bidang ekonomi di kawasan Eropa.

"Belanda merupakan partner dagang kedua terbesar bagi Indonesia di Eropa, Perdagangan bilateral meningkat 27,3 persen pada 2017 dan mencapai lebih dari 5 miliar USD," jelas Retno.

Sementara dalam bidang investasi Belanda merupakan investor ketujuh terbesar di Indonesia yang mencapai nilai 1,49 miliar USD pada 2017, dengan jumlah proyek sebanyak 871.

"Turis Belanda juga meningkat 5,31 persen dan mencapai 205.844, lebih dari 200.000 turis," katanya.

Selain itu dibahas juga ekspor Indonesia ke Belanda. Salah satu komponen terbesar yakni ekspor minyak sawit.

"Maka dari itu, saya membawa isu diskriminasi terhadap minyak sawit untuk menjadi perhatian bagi Menlu Belanda," katanya.

Kedua menteri luar negeri ini juga membahas soal kerja sama keamanan untuk memperkuat pemberantasan perdagangan narkotika dan pemberantasan terorisme.

"Indonesia tidak akan membiarkan negaranya menjadi pasar potensial bagi pengedar narkoba. Saya akan menandatangani kesepakatan keamanan yang meliputi pertukaran informasi dan pengalaman, serta kerja sama untuk melawan serangan siber," jelas Retno. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel