PPP Menunggu Kejelasan PKB dan PAN untuk Masuk ke Koalisi Jokowi

Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menunggu kejelasan sikap dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk masuk ke dalam koalisi partai pendukung Joko Widodo (Jokowi) dalam menyonsong Pilpres 2019. Sebab, mengingat waktu pendaftaran capres dan cawapres kurang dari dua bulan lagi, maka dibutuhkan sebuah pembahasan komprehensif antar partai.

Menurutnya, pembicaraan antara antar partai politik nantinya akan membahas sejauh mana konsistensi partai pendukung untuk memenangkan Jokowi dalam memperebutkan kursi RI 1. Selain itu, tak lupa juga membahas pendamping untuk mantan Gubernur DKI Jakarta itu dalam bertarung di pesta demokrasi nantinya.

“Apakah mereka (PKB dan PAN) akan tetap dalam koalisi tersebut atau akan mendukung capres lain,” kata Arsul saat dihubungi, Minggu (1/7/2018).

Politikus Partai berlambang Kakbah itu menegaskan kalau partai di parlemen yang sudah tergabung dalam koalisi, yaitu PDI Perjuangan, Partai Golkar, NasDem, dan Hanura sudah berkomitmen untuk tetap solid mendukung Jokowi di perhelatan Pilpres 2019. Pihaknya menunggu nyali dari kubu oposisi untuk segera mengeluarkan lawannya. Sehingga, nantinya bisa mengadu program dan gagasan yang bermanfaat untuk masyarakat.

“Insya Allah 5 partai parlemen tetap kompak mengusung Jokowi di pilpres 2019,” ujarnya.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Wasekjen PPP Achmad Baidowi membeberkan kalau dalam waktu dekat akan ada pertemuan dengan seluruh parpol pendukung Jokowi. Tapi, sayangnya ia enggan menjelaskan ihwal detail waktu pertemuan antar eliter partai tersebut. Ia berdalih, bila nanti sudah ditemukan waktu yang tepat, maka pihaknya akan memberitahu ke awak media.

“Tinggal bentuk pertemuan lanjutan yang melibatlkan semua ketum partai. Nanti kita sampaikan ketika sudah pasti,” pungkasnya. [okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel