Rupiah Melemah, Sri Mulyani: Saya Tak Menyalahkan Ekonomi Global

Foto: Okezone

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menanggapi kicauan orang yang menganggap pemerintah selalu menyalahkan ekonomi global terkait kondisi perekonomian Indonesia. Terutama terhadap pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Menurutnya, pemerintah sama sekali tidak pernah menyalahkan ekonomi global terkait pelemahan nilai tukar Rupiah. Justru dirinya hanya menyampaikan informasi bagaimana kondisi perekonomian global saat ini.

Menurutnya, saat ini banyak sekali faktor eksternal yang menjadi penyebab pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dikarenakan faktor-faktor eksternal khususnya dari Amerika. Menurutnya, saat ini ekonomi Amerika Serikat mengalami perbaikan yang bisa terlihat dari rendahnya inflasi serta adanya perbaikan dari sisi ketenagakerjaan.

Apalagi dengan terpilihnya Gubernur Bank Sentral Amerika yang baru ada beberapa kebijakan yang membuat nilai tukar dolar AS mengalami kenaikan. Salah satunya adalah rencana The Fed (Bank Sentral Amerika) untuk menaikkan suku bunganya.

Belum lagi, lanjut wanita yang disapa Ani, ada beberapa kebijakan dari Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan pajak. Maka sangat wajar jika nilai mata uang dolar terus mengalami kenaikan.

"Kalau faktor eksternal dan internal kalau eksternal kan tadi sudah disampaikan. Menyalahkan tidak menyalahkan (ekonomi global) kami hanya menyampaikan," ujarnya saat ditemui Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (2/7/2018).

Wanita yang biasa disapa Ani itu mengatakan, meskipun terdapat berbagai guncangan pemerintah selalu berusaha keras agar ekonomi Indonesia bisa tetap stabil di tengah guncangan. Salah satu caranya adalah dengan menyiapkan pondasi ekonomi.

"Pertama perekonomian jalan berkelanjutan," ucapnya.

Adapun beberapa langkah yang dimaksud adalah dengan cara mengurangi angka kemiskinan melalui penyediaan lapangan kerja. Selain itu, pemerintah juga menggenjot pembangunan infrastruktur guna mengurangi kesenjangan.

Di samping itu, pemerintah juga tetap peduli dan mempertahankan bagaimana laju perekonomian Indonesia. Dengan cara memperhatikan inflasi dan juga kurs rupiah bisa terjaga di level yang aman.

"Penurunan kemiskinan kesempatan kerja maka itu yang kita perhatikan tidak hanya satu indikator kurs inflasi, namun yang paling penting pembangunan masyarakat secara umum ekonomi terjaga, berkelanjutan dan tetap menciptakan perbaikan growthnya tinggi, pengangguran diturunkan kesenjangan turun, ini dilakukan dengan pilihan kebijakan kebijakan," jelasnya. [okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel