Telepon Menlu Blok, Retno Minta Pemerkosa WNI Dihukum Berat

Foto: CNN Indonesia

Menteri Luar Negeri RI Retno Lestari Priansari Marsudi meminta otoritas Belanda menghukum seberat-beratnya pelaku pemerkosaan mahasiswi asal Indonesia di Herman Bavinckstraat, Rotterdam, Sabtu (21/7) pekan lalu.

Dalam percakapan teleponnya bersama Menlu Stef Blok, Retno menyampaikan keprihatinan atas kasus yang menimpa pelajar Indonesia tersebut dan meminta Belanda memberi perhatian khusus terhadap penanganan kasus tersebut.

"Menlu Retno telah melakukan komunikasi dengan Menlu Stef Blok, Rabu (26/7). Meski aparat penegak hukum Belanda sudah melakukan banyak hal terkait kejadian tersebut, Menlu Retno meminta peristiwa ini diberikan perhatian khusus untuk memastikan pelakunya dihukum seberat-beratnya," ucap Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhammad Iqbal Songell, melalui pernyataan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (26/8).

Iqbal mengatakan sejak menerima informasi kasus ini, Kedutaan Besar RI di Den Haag terus mendampingi WNI dan membantu kepolisian menyelidiki kasus pemerkosaan tersebut.

Peristiwa terjadi saat korban yang tak disebutkan identitasnya itu tengah bersepeda dari Stasiun Rotterdam Centraal menuju rumahnya pada Sabtu (21/7).

Sekitar pukul 05.30 pagi waktu lokal, setibanya di depan rumah, perempuan itu diserang pria tak dikenal menggunakan rantai saat tengah mengunci sepedanya hingga tak sadarkan diri lalu diperkosa.

Mahasiswi pertukaran pelajar itu hingga kini disebut masih dirawat di rumah sakit Rotterdam. Iqbal mengatakan kakak dan ayah sudah berada di Rotterdam untuk mendampingi korban.

"KBRI terus memberikan asistensi yang dibutuhkan bagi keluarga korban," papar Iqbal.

Iqbal juga mengatakan KBRI telah mendapat informasi dari kepolisian Belanda bahwa pelaku pemerkosaan telah ditangkap.

Penangkapan tersangka pelaku dilakukan berdasarkan deskripsi korban, serta rekaman video kamera keamanan di sepanjang rute perjalanan korban dari Stasiun Rotterdam Centraal ke rumahnya.

Polisi menyebut penangkapan tersangka sebagai 'langkah besar' dalam peyelidikan, yang masih berlangsung. Para penyelidik masih mengumpulkan saksi-saksi.

Dalam kesempatan berbeda, Wakapolri Komisaris Jenderal Syarifuddin menyatakan sudah menyiapkan tim khusus demi membantu penyelidikan ini

Namun, dia mengatakan sampai saat ini masih menunggu konfirmasi dari Kementerian Luar Negeri soal kerjasama dengan aparat penegak hukum di Negeri Kincir Angin itu. [cnnindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel