Di Lemhanas, Luhut: Ekonomi RI Tumbuh Bagus dan Kemiskinan Turun


Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan jadi pembicara pada Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LVIII Tahun 2018 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI. Luhut mengatakan saat ini perekonomian Indonesia tumbuh dengan cukup bagus.

"Perekonomian Indonesia ini masih tumbuh dengan cukup bagus. Kita lihat ini (sambil menunjukkan slide tentang data kemiskinan, red), masih kelihatan cukup bagus sejak tahun 2015, semua walaupun lambat tapi cukup bagus," ujar Luhut, di Gedung Pancagatra, Lemhanas, Jakarta Pusat, Kamis (2/8/2018).

Luhut berharap, di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang mencapai sekitar Rp 14.400, pertumbuhan ekonomi di kuartal II dapat terus meningkat.

"Kita berharap walaupun rupiah sekarang Rp 14.400-an itu juga bisa tumbuh 5,2 di kuartal dua ini," katanya.

Luhut juga memberikan penjelasan terkait utang yang menjadi isu hangat. Kali ini Luhut meminta seorang pemuda yang menjadi staffnya, bernama Nando, untuk menjelaskan. Luhut meminta Lando menjelaskan soal utang untuk menunjukkan generasi muda perlu ikut andil dalam menghitung nilai utang pemerintah.

"Kau cerita lah ini soal utang," ujar sahut Luhut ke Lando.

"Jadi kalau soal utang, jumlah utang kita masih sangat rendah dibandingkan negara-negara sebelah. Utang yang kita buat digunakan untuk infrastruktur, untuk jaminan kesehatan, untuk Indonesia pintar. Jadi bukan hanya SDM-nya infrastruktur juga dibangun," jelas Lando, lulusan Columbia University Amerika Serikat.

Bukan tanpa alasan Luhut meminta para pemuda untuk ikut andil dalam menghitung nilai utang pemerintah, karena menurutnya para pemuda lebih jujur dan tak memiliki kepentingan.

"Mereka ini jujur nggak bisa disogok-sogok. Ketika ngasih angka segini ya segini. Jadi saudara-saudara sekalian, itu Indonesia saat ini, soal utang nggak ada yang perlu dikhawatirkan," kata Luhut.

Luhut juga memastikan bahwa data yang ditunjukkannya benar adanya dan dapat dipertanggungjawabkan. Sebab, data-data terkait pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan merupakan data resmi dari lembaga terpercaya.

"Angka kemiskinan yang diomong-omongkan, ini datanya. Ini data dari BPS. Memang menurun," kata Luhut.

"Depresiasi terhadap rupiah, kita masih 5,7 persen (lebih rendah dibandingkan negara-negara lainnya seperti India, Turki, Brasil). Ini datanya dari sumber Bloomberg ini bukan data dari kita. Jadi saya kadang-kadang, Ini kenapa sih diramai-ramaiin," imbuhnya.

PPRA ini diikuti oleh para peserta dari TNI (AD, AL, dan AU), Polri, Kementerian dan Lembaga Pemerintah Nonkementerian (LPNK), Kejaksaan Agung, anggota Legislatif, anggota Organisasi Masyarakat, dan Partai Politik. Selain itu, para peserta juga berasal dari mancanegara seperti Srilanka, Malaysia, Timor Leste, Singapura, Zimbabwe, Nigeria, Arab Saudi, Fiji, Australia, Bangladesh, Laos, dan Pakistan. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel