Jokowi Disebut Memperagakan Jurus Perang Sun Tzu

Foto: Medcom.id

Analis politik dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang Mikhael Bataona menilai Joko Widodo (Jokowi) telah memperagakan jurus mahaguru perang Sun Tzu. Jokowi disebut mampu yang memorak-porandakan lawan tanding sebelum pendaftaran Pilpres 2019.

"Menurut saya, Jokowi sangat cerdik. Jokowi sedang memperagakan jurus perang Sun Tzu dan berhasil membuat lawannya saling bertengkar sendiri karena tidak segera menemukan kecocokan soal wakil," kata Mikhael Bataona kepada Antara di Kupang, Jumat, 10 Agustus 2018.

Ia mengemukakan pandangan itu berkaitan dengan fenomena politik menjelang penutupan pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden ke KPU, Kamis, 9 Agustus malam.

Partai Demokrat bahkan menyerang Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan sebutan Jenderal Kardus dan penolakan Demokrat pada nama Sandiaga Uno.

"Inilah yang menjadi kata kunci Jokowi semalam," katanya.

Pengajar pada Fakukltas Ilmu Sosial dan Politik Unwira itu lantas mengutip pernyataan Sun Tzu, "Letihkan mereka dengan jalan berputar-putar. Bikin mereka bertengkar sendiri. Haluslah agar kau tidak terlihat. Misteriuslah agar kau tak teraba. Maka, kau akan menguasai nasib lawanmu."

"Jokowi telah memperagakan jurus perang mahaguru Sun Tzu dengan sangat
dingin," katanya menjelaskan.

Efek elektoral

Bahkan, pada menit-menit terakhir, ketika nama Mafhud MD digadang-gadang, Jokowi justru memutuskan nama Ma'ruf Amin. "Hal ini jelas bahwa bonus efek kejut itu diperoleh Jokowi," katanya.

Kejutan pertama adalah penolakan oleh para pendukung Jokowi/Mafhud karena luka lama dalam Pilgub DKI lalu. "Saya kira ini reaksi alamiah yang akan berangsur pulih sejalan dengan waktu," katanya.

Menurut dia, pemilih Jokowi sulit untuk melakukan eksodus karena mereka sangat fanatik. Narasi-narasi yang dibangun Mafhud setelah bertemu Jokowi di Istana sudah mulai mendinginkan situasi.

Efek kejutan yang kedua adalah bahwa ternyata Jokowi dan Mafhud sudah saling memahami. Mafhud paham bahwa Jokowi sedang memainkan gim itu untuk menaikkan efek elektoral.

"Jika bukan karena ada drama Mafhud semalam, pendeklarasian Jokowi/Ma'ruf tidak seheboh ini. Inilah politik. Memanfaatkan setiap item secara perinci dan rigid, juga menggunakan momentum untuk mencuri reaksi publik sangatlah diperlukan," katanya.

"Dalam politik, jika Anda tidak cerdas dalam mencuri reaksi publik, posisi Anda pasti melemah dan buyar dalam pertarungan wacana di ruang publik."

"Pada fase ini, Jokowi yang memenangi pertarungan wacana itu karena gaya misterius dan unpredictable-nya. Atau tidak terprediksinya dia sudah membuat lawan-lawannya kelabakan," kata dia.

Sun Tzu adalah seorang jenderal dari Cina. Dia ahli strategi militer dan filsuf yang hidup pada masa Cina Kuno. Sun Tzu diketahui sebagai penulis The Art of War, buku yang mengupas strategi militer yang secara luas berpengaruh pada perang mutakhir. [metrotvnews.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel