Rapat Bersama TGB, Jokowi Minta Evakuasi Korban Gempa Prioritas

Foto: detikcom

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas membahas penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam rapat itu, Jokowi meminta upaya evakuasi korban yang masih belum ditemukan menjadi prioritas.

Rapat digelar di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (10/8/2018) siang. Jokowi mengatakan, sejak gempa 7 SR terjadi itu, dirinya terus memantau proses penanganan dampak bencana tersebut.

"Saya juga selalu mendapatkan laporan update dari lapangan mengenai jumlah korban, baik meninggal maupun yang luka-luka serta jumlah kerusakan mulai dari rumah, sekolah dan fasilitas umum," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, selang beberapa lama setelah gempa sebelumnya yang terjadi pada 29 Juli 2018, dirinya juga telah memerintahkan Kepala BNPB, Kepala Basarnas dan Panglima TNI serta Kapolri untuk segera bergerak dan fokus kepada upaya evakuasi. "Termasuk di dalamnya evakuasi wisatawan yang ada di pulau di sekitar Lombok, memberikan perawatan kepada para korban dan penanganan pengungsi," katanya.

Jokowi mengatakan, dirinya meminta agar evakuasi korban yang belum ditemukan menjadi prioritas. Dia juga mengatakan mendapatkan laporan bahwa pencarian korban juga melibatkan banyak alat berat.

"Saya minta evakuasi yang belum ditemukan harus menjadi prioritas. Dan saya mendapatkan laporan dari lapangan, pencarian korban terus dilakukan secara intensif dan sudah banyak mulai menggunakan alat-alat berat. Dan untuk penanganan pengungsi dan korban gempa, saya minta untuk dipastikan ketersediaan logistik, tenda, selimut, makanan, terutama makanan untuk bayi, obat-obatan, pasokan air serta yang berkaitan dengan listrik," jelasnya.

Jokowi menambahkan, setelah tanggap darurat selesai, selanjutnya upaya penanggulangan bencana tersebut masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. "Guna memperbaiki kondisi fisik bangunan, baik rumah maupun fasilitas," katanya.

Tak hanya itu, Jokowi juga meminta kepada BNPB dibantu seluruh kementerian dan lembaga pemerintah daerah, utamanya pemerintah provinsi Kabupaten NTB untuk lebih besar lagi melakukan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat, terutama di daerah-daerah yang rawan bencana.

"Agar masyarakat memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana alam," kata Jokowi.

Beberapa menteri yang hadir yakni Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menko PMK Puan Maharani, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Hadir juga Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi, Kepala BNPB Willem Rampangilei dan Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel