Rini: Tol Trans Sumatera bakal Turunkan Biaya Logistik





Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meninjau langsung proyek Tol Trans Sumatera dari Bakauheni hingga Palembang. Dia optimis pembangunan jalan tol ini dapat mendorong pengembangan kawasan dan peningkatan roda perekonomian di Pulau Sumatera.

Rini mengatakan, keberadaan jalan Tol Trans Sumatera dapat memberikan dampak positif bagi transportasi dan mobilitas masyarakat di wilayah Pulau Sumatera. Sebab jalan tol ini membuat akses logistik menjadi lebih efisien.

"Adanya Tol Trans Sumatera ini akan membantu menurunkan biaya logistik sehingga berbagai produk unggulan serta hasil bumi dan sumber daya dapat terdistribusi dengan baik dengan waktu yang cepat disertai biaya terjangkau," kata Rini saat meninjau proyek di Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Rabu (29/8/2018).

Rini menjelaskan, dengan dioperasikannya ruas-ruas Tol Trans Sumatera nantinya, dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar jalan tol. Tak hanya itu, sentra-sentra ekonomi baru juga akan tercipta melalui program pembinaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pada setiap Rest Area sepanjang jalan tol.

"Sebagaimana yang kami sedang lakukan di Tol Trans Jawa, nantinya Rest Area di ruas-ruas Jalan Tol Trans Sumatera juga sebagian besar akan diperuntukkan bagi UKM lokal sekitar ruas tol tersebut. Ini diharapkan bisa meningkatkan daya saing produk-produk unggulan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar ruas tol," ujar Rini.

Manfaat lain dari kehadiran tol Trans Sumatera yakni, dapat mempersingkat waktu tempuh. Sebagai contoh, semula Pelabuhan Bakauheni-Kayu Agung sepanjang 325 km ditempuh dalam waktu sekitar 9 jam melalui jalan nasional, jika melewati jalan tol nantinya waktu tempuh bisa menjadi hanya 4 jam.

Kehadiran Tol Trans Sumatera juga akan menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi utama untuk memaksimalkan supply chains system. Sekaligus memberikan dampak peningkatan nilai properti dan potensi pengembangan perumahan.

Saat ini, pengerjaan proyek Tol Trans Sumatera untuk ruas Bakauheni-Palembang sampai dengan Indralaya sudah menunjukan perkembangan. Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar pengerjaan fisiknya sudah mencapai 86,02%, Ruas Terbanggi Besar-Kayu Agung sudah mencapai 73,00%, serta ruas Palembang- Indralaya sudah mencapai 95,46%.

Sesuai dengan mandat Pemerintah RI yang dituangkan dalam Peraturan Presiden No. 100 tahun 2014 yang diperbaharui melalui Peraturan Presiden No. 117 tahun 2015, PT Hutama Karya (Persero) mendapatkan penugasan pembangunan dan pengusahaan 24 ruas Jalan Tol Trans-Sumatera sepanjang kurang lebih 2.770 km, dengan prioritas di 8 ruas sepanjang kurang lebih 644 km.

Kedelapan ruas prioritas tersebut antara lain adalah Medan-Binjai, Palembang-Indralaya, Pekanbaru-Dumai, Bakauheni-Tebanggi Besar, Terbanggi Besar-Pematang Panggang, Pematang Panggang-Kayu Agung, Palembang-Tanjung Api-Api, Kisaran-Tebing Tinggi yang ditargetkan akan selesai dibangun akhir tahun 2019. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel