11 Visi Poros Maritim Dunia Jokowi-Ma'ruf, Nomor 8 Libatkan Milenial

Foto: iNews.id
PDI Perjuangan (PDIP) menginventarisasi langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Visi ini akan menjadi salah satu fokus pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam membangun bangsa.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menuturkan, Indonesia dari zaman dahulu dikenal sebagai bangsa maritim. Setelah 71 tahun merdeka, Jokowi muncul sebagai sosok pemimpin yang berani menetapkan visi Poros Maritim Dunia untuk masuk ke program Nawacita.

Menjelang Pilpres 2019 mendatang, Jokowi-Ma’ruf telah merancang visi misi Nawacita II. Sebagai partai utama pengusung pasangan nomor 01 tersebut, PDIP merasa perlu untuk menyampaikan gagasan-gagasan konkret yang nanti terintegrasi dengan kebijakan pemerintahan.

"PDIP akan mempertajam bagaimana ideologi Pancasila juga harus dibumikan lewat visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dengan menempatkan nelayan sebagai pilar utamanya," kata dia pada acara focus group discussion (FGD) bertema "Akselereasi Indistri 4.0 Berbasis Produk Kelautan dan Perikanan Indonesia" di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Dipenegoro, Jakarta Pusat, Kamis (27/9/2018).

BACA JUGA: TKN Jokowi-Ma'ruf: Visi Misi Prabowo-Sandi Pendek, Tak Lengkap

Sementara itu, Ketua DPP PDIP Bidang Kemaritiman Rokhmin Dahuri menerangkan, terdapat 11 poin yang diinventarisasi terkait apa-apa saja yang harus digarap oleh bidang kemaritiman. Sebelas poin tersebut, yakni:

1. Peningkatan kesejahteraan nelayan yang meliputi kemudahan perizinan usaha tangkap ikan‎: pembentukan koperasi nelayan untuk sarana produksi murah serta untuk pengolahan hingga pemasaran produk nelayan.
2. Revitalisasi usaha perikanan budidaya demi meningkatkan produktivitas, efisiensi, daya saing, dan keberlanjutan, disertai pembentukan manajemen rantai pasok terpadu.
3. Melakukan ekstensifikasi usaha perikanan budidaya di kawasan perairan baru.
4. Mengembangkan usaha perikanan budidaya dengan spesies-spesies baru yang secara ekonomi diterima pasar dunia.
5. Mengembangkan usaha menjual sarana produksi perikanan diserta pengembangan basis-basis pengolahan produknya.
6. Revitalisasi pengolahan ikan tradisional (ikan asin, ikan kering, ikan asap), supaya produknya berdaya saing dan kompetitif di pasar dunia.
7. Mengembangkan industri pengolahan hasil perikanan modern seperti tempura, surimi based product, pengalengan, dan lain-lain.
8. Melatih generasi milenial untuk menjadi pemandu wisata bahari semacam snorkeling, diving, sailing, dan surfing.
9. Membangun dan mengoperasikan homestay yang bersih, sehat, nyaman, indah, aman, dan memesona.
10. Revitalisasi pelayaran rakyat supaya lebih kompetitif di era industri 4.0.
11. Mengembangkan usaha transportasi laut.

Menurut Rokhmin, peta jalan pembangunan kemaritiman yang akan menjadikan Indonesia sebagai negara maritim sejahtera juga telah disiapkan.

"Indonesia juga akan menjadi negara besar, maju, adil, ‎makmur, dan berdaulat, serta sebagai Poros Maritim Dunia dalam waktu tidak terlalu lama. Pada 2030 atau 2045," ujarnya. [inews.id]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel