Gempa & tsunami di Donggala, Palu & Mamuju, Jokowi minta semua jajaran siaga


Presiden Joko Widodo (Jokowi) memantau langsung gempa bumi beruntun hingga 7,4 skala richter (SR) terjadi di Donggala, Palu dan Mamuju, Sulawesi Tengah. Jokowi meminta seluruh jajaran terkait bersiaga menjaga kemungkinan terjadi usai gempa bumi tersebut.

"Menjelang Maghrib tadi, gempa bumi yang cukup keras mengguncang wilayah Sulawesi Tengah dan sekitarnya. Saya memantau dan menyiagakan seluruh jajaran pemerintah yang terkait untuk menghadapi segala kemungkinan pasca gempa bumi," tulis Jokowi seperti ditulis dalam akun Instagramnya, Jumat (28/9).

Jokowi turut menyertai peta lokasi titik gempa dalam unggahan di Instagramnya tersebut. Dia pun meminta seluruh masyarakat mendoakan warga Sulawesi Tengah yang menjadi korban gempa.

"Mari, mendoakan saudara-saudara kita di sana, semoga tetap tenang dan dalam keadaan selamat," kata Jokowi.

Sebelumnya, Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono membenarkan tsunami sempat terjadi di Palu. Pihaknya tak bisa memastikan berapa ketinggian gelombang tsunami.

Namun, dia memperkirakan gelombang tsunami tersebut berkisar 1,5 meter sampai 2 meter.

"Ini tsunami sudah terjadi, BMKG bilang sudah berakhir, artinya tsunami sudah enggak ada lagi, daerah pantai Palu sudah aman, tsunami sudah terjadi beberapa waktu lalu, kemungkinan 1,5 meter sampai 3 meter," katanya, Jumat (28/9).

Dia memastikan saat ini sudah sudah tak terjadi. Sebab, tsunami terjadi beberapa saat setelah gempa 7,4 SR terjadi. Karenanya, masyarakat bisa kembali ke rumah masing-masing.

"Tsunami terjadi saat terjadi gempa, waktu tempuh (tsunami) hanya beberapa KM dan waktu tiba kurang dari 30 menit, artinya lebih dari itu tsunami sudah sampai. Itu (tsunami) sudah terjadi menghantam di kota Palu, dan air sudah kembali ke laut, artinya masyarakat bisa kembali ke rumah-rumah lagi karena tsunami sudah enggak terjadi," katanya. [merdeka.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel