Ijtimak GNPF Dukung Prabowo, Timses Jokowi: Jumlah Ulama NU Jauh Lebih Besar

Foto: okezone
Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin tidak berpengaruh dengan Ijtimak Ulama II digelar Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama untuk mengukuhkan dukungan ke Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Saya kira tidak (berpengaruh). Kita menyikapi itu normatif saja. Itu kan hak warga negara untuk berkumpul dan mengeluarkan ekspresinya," kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018).

Sekjen PPP itu menuturkan, pengertian ulama tidak bermakna tunggal. Artinya, ada sebagian ulama yang mendukung paslon Jokowi-Ma'ruf ataupun Prabowo-Sandiaga. Menurut Arsul, hal tersebut diperbolehkan karena bagian dari hak politik warga negara.

"Yang kita lihat misalnya kalau NU, dari sisi namanya saja itu sudah kebangkita para ulama. Itu kan ulamanya jauh lebih besar kalau dari jumlah. Tentu dukungannya karena ini pimpinannnya alim ulama di NU, pasti jauh lebih mengerucut ke Jokowi-Ma'ruf," tutur Arsul.

Sebelumnya, Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak, mengatakan, ijtimak ulama II yang akan digelar pada Minggu 16 September nanti di Jakarta, untuk memastikan peran ulama dalam dukungan untuk Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, serta komitmen keduanya atas kesepakatan dari hasil Ijtima'.

"Ijtimak Ulama II digelar pada 16 September 2018, dimulai sejak pagi hari hingga sore dan insya Allah akan dihadiri oleh pasangan bakal capres dan cawapres Pak Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno serta partai-partai yang mendukung," kata Yusuf saat jumpa pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis 13 September 2018.

Panitia penyelenggara ijtima' sepakat untuk tidak memberitahu lokasi Ijtima', namun yang pasti ijtima' Ulama II digelar bukan untuk membahas arah dukungan.

"Yang mana nantinya akan dibahas masalah pasangan calon yang sudah ditetapkan dan sudah didaftarkan. Dan yang perlu dicatat ijtima' kedua diadakan yaitu semangat pergantian presiden. Jadi clear, jangan ada pertanyaan apakah nanti akan bergeser (ke Jokowi-KH Ma'ruf Amin)," tegas Yusuf. [okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel