Jokowi Minta Media Jangan Ciptakan Disorientasi Nilai

Foto: Detikcom

Selain memberikan dampak positif, era digital saat ini membawa dampak negatif maraknya penyebaran hoaks. Hal ini menjadi poin penting dalam sambutan Presiden Joko Widodo saat membuka kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Solo.

Jokowi menyampaikan di saat inilah media berperan penting dalam memberikan informasi yang benar. Media harus bisa menyajikan berita yang kredibel dan berkualitas.

"Di saat-saat seperti ini kita membutuhkan penyajian berita yang berkualitas. Karena terlalu banyak berita yang tidak jelas jluntrungnya (arahnya)," kata Jokowi, Jumat (28/9/2018).

Presiden juga menekankan bahwa wartawan harus benar-benar bertanggung jawab dalam memproduksi karya jurnalisme. Sebab melalui satu artikel saja, wartawan dapat memberi dampak besar.

"Satu artikel dari dirinya dapat turut menentukan persepsi publik, turut menentukan masa depan negara kita. Karena itu sahabat-sahabat saya para wartawan, mari menyadari bersama bahwa kekuatan besar itu perlu disertai tanggung jawab yang besar untuk menjaga bangsa kita," ujar dia.

Dengan profesionalitas wartawan dan media, Jokowi berharap masyarakat dapat memiliki literasi media yang baik. Masyarakat diharapkan dapat menangkal hoaks melalui literasi media yang kompeten.

"Di sinilah tanggung jawab wartawan. Membedakan antara substansi dengan sensasi, antara benar dan salah, antara asli dan yang palsu, antara suara dan kegaduhan, antara voice dan noise, harus dipilah betul," katanya.

"Itulah tugas media, bukan malah ikut-ikutan menciptakan disorientasi nilai-nilai," pungkas dia. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel