KPU Pastikan Bagi-Bagi Sepeda Jokowi Tak Langgar Aturan, Ini Alasannya


Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan aktivitas bagi-bagi sepeda yang dilakukan calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) tidak melanggar aturan. Sebab, posisi Jokowi dianggap sebagai kepala negara, bukan capres yang tengah kampanye.

“Untuk merespon hal itu, KPU berpedoman pada aturan main yang ada. Aturannya adalah manakala petahana presiden tidak sedang berkampanye, dia berarti sedang melakukan tugas sebagai kepala pemerintahan. Itu bukan kampanye,” kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Jumat (28/9/2018).

Selain itu, kata Wahyu, posisi Jokowi saat ini juga belum mengajukan cuti kampanye. Artinya, kegiatan-kegiatan mantan Wali Kota Solo itu bertemu masyarakat dalam kapasitas menjalankan tugas sebagai presiden.

“Sah-sah saja. Dia berarti sedang bekerja sebagai kepala negara atau kepala pemerintahan. Karena selain berkampanye, dia melakukan tugas sehari-hari,” ujar dia.

Sementara, kata Wahyu, apabila aktivitas bagi-bagi hadiah dilakukan oleh penantang Jokowi, yakni pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan dianggap melanggar aturan.

“Pak Sandi kan bukan presiden, tentu saja aturan main kampanye jelas. Mana yang tidak boleh jadi tempat kampanye, salah satunya lembaga pendidikan, tempat ibadah, dan fasilitas pemerintah. Sangat berbeda dengan Presiden Jokowi pada waktu bekerja, dia tidak sedang berkampanye, dia sedang bekerja,” tutur Wahyu. [inews.id]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel