Lewat Warung Kopi, Bravo-5 Siap Himpun 10 Juta Suara untuk Jokowi

Foto: detikcom

Melalui warung-warung kopi, salah satu kelompok relawan pemenangan pasangan calon (paslon) nomor urut 1 Jokowi-Ma'ruf Amin, Bravo-5 berkomitmen menghimpun 10 juta suara dari Jawa Timur.

Berbeda dengan Tim Kampanye Nasional (TKN), Bravo-5 memiliki susunan pengurus yang kebanyakan dari generasi milenial, yang mengkampanyekan Jokowi-Ma'ruf dari warung-warung kopi.

"Bedanya, target kita lebih ke generasi milenial ke warung kopi, bukan kafe tapi warung kopi," ujar Ketua Ketua Bravo-5 Jatim Ubaidillah Amin kepada wartawan, Minggu (30/9/2018).

Bahkan menurut Ubaidillah, sejumlah relawan sudah mulai bekerja sejak beberapa bulan lalu. Setiap hari para relawan akan berkeliling ke beberapa warung kopi untuk mengkampanyekan Jokowi-Ma'ruf Amin. Minimal satu relawan pergi ke satu warung kopi.

"Tugas temen-temen melaporkan di warung kopi mana. Satu hari kita minta ke satu warung kopi, warung kopi pinggiran," kata Ubaidillah.

"Ini door to door. Tugas teman-teman ini nongkrong di warung kopi, ke petani, dan Insya Allah alhamdulillah sebelum kita deklarasi ini teman-teman sudah menjalankan itu," lanjutnya.

Para relawan ini disebut Ubaidillah tersebar di 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Ada berbagai profesi milenial yang bergabung menjadi relawan. Ada anak-anak muda, anak motor, hingga anak muda yang menjadi guru mengaji.

"Kebetulan temen-temen ketua, sekretaris, bendahara yang di daerah ini masing-masing ada yang tokoh guru ngaji, tokoh muda anak milenial, anak motor macam-macam. Target kita Insya Allah semoga di Bravo-5 Jawa Timur bisa menyumbang suara untuk pak Jokowi-Ma'ruf Amin 10 juta target suara kita," paparnya.

Sementara itu, guna menangkal hoaks yang marak terjadi di tahun politik ini, Ubaidillah membekali para relawan dengan data prestasi Jokowi selama menjabat.

Di sisi lain, Ubaidillah juga menegaskan pihaknya pantang untuk menyerang atau menjelek-jelekkan tim lawan. Misalnya jika ada serangan dari tim sebelah, ia lebih menyarankan agar para relawan tetap berkampanye dengan bahasa yang halus.

"Kita bekali dengan data-data prestasi Pak Jokowi. Di kita kalau ada serangan, ya kita tetap dengan baik, bahasa yang halus dan kita tidak diperkenankan menjelek-jelekkan pasangan kubu sebelah," pungkasnya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel