Ma'ruf Amin Jajal Mobil Listrik Buatan Santri

Foto: detikcom
KH Ma'ruf Amin mengunjungi sejumlah pondok pesantren di Jember. Salah satunya adalah Ponpes Nurul Islam (Nuris) yang ada di Antirogo, Kecamatan Sumbersari. Di hadapan para santri, Ma'ruf memberikan motivasi agar santri selalu percaya diri dan tidak minder.

Kunjungan cawapres pasangan Jokowi itu, disambut meriah ribuan santri. Ma'ruf juga sempat mencoba kendaraan hasil kreasi sekolah tersebut yang berbahan tenaga listrik dengan menggunakan sumber daya dari matahari. Ma'ruf naik kendaraan itu saat menuju ruang aula pondok.

Kedatangan Kiai Ma'ruf ke ponpes tersebut, bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para santri dan santriwati, dengan maksud agar tidak minder dan rendah diri untuk berkompetisi di dunia professional.

"Jadi Santri jangan berkecil hati, jangan putus asa, jangan minder atau rendah diri. Karena menjadi santri kemudian merasa tidak punya peluang. Itu pemikiran yang salah," kata Ma'ruf saat memberi petuah kepada para santri, dalam pidato sambutannya, Kamis sore (27/9/2018).

Menurut Ma'ruf Amin, kalangan santri justru memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh kalangan lainnya. Sebab, sedari dini santri sudah dilatih untuk mandiri dalam segala aktifitasnya. "Jadi jangan minder. Santri itu bisa jadi apa saja. Santri bisa jadi pengusaha, pejabat, menteri," tukasnya.

Bahkan santri juga bisa menjadi presiden seperti yang pernah dicapai oleh KH Abdur Rahman Wahid. "Gusdur itu (Presiden RI ke-4) dari kalangan santri. Dan saya sendiri sekarang menjadi Cawapres juga dari kalangan santri," imbuhnya.

Oleh sebab itu, mantan Rois 'Aam PBNU ini mendorong para santri untuk terus meningkatkan keilmuannya agar bisa bersaing di dunia professional. "Semoga dengan kesungguhan dan ketekunan santri dalam belajar, Presiden Republik Indonesia bisa berasal dari kalangan santri kembali," harapnya.

Kunjungan Ma'ruf Amin ke Jember ini dalam rangka memohon doa restu dan dukungan sejumlah pondok pesantren. Di antaranya Ponpes As-Shiddiqi Putra, Ponpes Nurul Islam, Ponpes Al-Qodiri, Ponpes Salafiah As-Suniyah dan Ponpes Roudlotul Ulum.

Kepada wartawan di sela kegiatannya di Ponpes Nuris, Kiai Ma'ruf Amin juga menyampaikan, di era kepemimpinan Joko Widodo, pemerintah sudah memberikan perhatian terhadap kalangan pondok pesantren. Meski dalam beberapa aspek masih belum tergarap maksimal.

Untuk itulah, saat dirinya diminta untuk mendampingi Jokowi sebagai Cawapres menjadi peluang besar untuk memperkuat kalangan santri. Salah satunya ialah menjadikan pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional.

"Selama ini kan masih banyak yang memandang sebelah mata pesantren. Padahal potensinya sangat luar biasa. Untuk itulah pesantren harus diberi kedudukan yang sama di sistem pendidikan nasional," jelasnya.

Tentu untuk mewujudkan hal tersebut harus disokong oleh anggaran APBN. Ma'ruf Amin mengaku sudah menyiapkan program untuk mewujudkan ponpes sebagai salah satu sistem pendidikan Nasional. "Dengan adanya status tersebut, alumni pesantren akhirnya memiliki peluang besar dalam bersaing di dunia kerja," tandasnya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel