Mendagri Tegaskan Iklan Bendungan di Bioskop Bukan Bentuk Kampanye

Foto: okezone
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahajo Kumolo mengomentari adanya polemik iklan pembangunan bendungan yang ditayangkan di bioskop. Menurut dia, tayangan iklan tersebut bukan sebagai bentuk kampanye.

Ia memastikan, Bawaslu sudah menegaskan bahwa hal tersebut belum di kategorikan sebagai kampanye lantaran belum masuknya masa kampanye kontestasi Pilpres 2019.

"Yang dimaksud kampanye adalah kegiatan peserta pemilu atau pihak lain yang ditunjuk oleh peserta pemilu untuk meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, program dan atau citra diri peserta pemilu," jelas Tjahajo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (14/9/2018).

Politisi PDI Perjuangan itu melanjutkan, kampanye pemilu akan dilaksanakan sejak tiga hari usai ditetapkan daftar calon tetap anggota DPR, DPD dan DPRD serta pasangan capres dan cawapres sampai pada masa tenang.

Adapun jadwal kampanye berlangsung mulai 23 September 2018 sampai dengan 13 April 2019. Sementara masa tenang berlangsung tanggal 14 April 2019 hingga memasuki hari pencoblosan yang jatuh pada 17 April 2017.

"Segala bentuk aktivitas pejabat negara dan masyakat hari ini tidak bisa dijangkau dgn hukum atau pasal-pasal terkait kampanye dalam UU Pemilu walaupun aktivitas tersebut ciri-cirinya, unsur-unsurnya, wujud dan sifatnya bisa dianggap sama dengan kampanye," papar Tjahjo.

Menurut Tjahajo, secara formil dalam UU Pemilu belum bisa menyatakan tayangan iklan bendungan di bioskop sebagai bentuk kampanye karena saat ini belum masuk tahapan kampanye sebagaimana yang diatur dalam UU Nomor 7 tahun 2017 maupun PKPU Nomor 5 Tahun 2018.

"Perbuatan atau tindakan dalam masa kampanye tersebutlah yang dapat dikenakan hukum-hukum pemilu. Dan di luar masa tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai bentuk kampanye pemilu sebagaimana UU Pemilu. Ini hanya persoalan etika semata," tandasnya. [okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel