PDIP soal Prasasti Bandara Lombok: Jokowi Nggak Merobohkan

Foto: detikcom
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai pemimpin yang berkesinambungan. Kepemimpinan Jokowi tidak memiliki model merobohkan atau mengganti prasasti Bandara Lombok.

"Kepemimpinan Pak Jokowi itu berkesinambungan, jadi kita nggak model roboh-merobohkan," kata Hasto di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/9/2018).

Ia menyebut sikap Presiden Jokowi beserta timsesnya berkampanye membangun Indonesia, dan tidak merobohkan.

"Kita nggak model buat 'Obor Rakyat' sebagaimana dulu dilakukan oleh tim kampanye Pak Prabowo menurut pengakuan Pak Rommy selaku Ketum PPP. Jadi kami berkampanye yang berkeadaban, membangun Indonesia, masak berkampanye merobohkan," imbuhnya.

Bandara Internasional Lombok resmi berganti nama sejak 5 September lalu. Bandara itu berubah menjadi Bandara Internasional TGKH Zainuddin Abdul Madjid.

Perubahan nama itu kemudian dipermasalahkan oleh elite Partai Demokrat. Mereka mempermasalahkan prasasti yang ditandatangani ketum mereka, SBY, di bandara tersebut, yang kabarnya diganti.

SBY juga telah merespons digantinya nama Bandara Lombok. SBY mempersilakan dan menyebut catatan Tuhan tidak akan pernah bisa dihapus.

Gubernur NTB TGH Zainul Majdi alias TGB juga telah meluruskan kabar soal perubahan nama bandara. Ia menegaskan, perubahan nama yang ditegaskan lewat Surat Keputusan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang dikeluarkan pada 5 September 2018 itu tak akan disertai pencopotan prasasti yang ditandatangani SBY.

"Saya pastikan Pak Jokowi bukan orang yang suka menafikan jasa pemimpin sebelumnya, bahkan beliau selalu mengapresiasi karya pendahulunya," kata TGB kepada detikcom, Rabu (12/9).  [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel