Projo Ingatkan Sandiaga: Jangan Seret Kampus ke Politik Praktis

Foto: detikcom

Bakal cawapres Sandiaga Uno menghadiri acara-acara mahasiswa di kampus. Organisasi relawan Joko Widodo, Projo (Pro-Jokowi), meminta Sandiaga tidak menyeret kampus dalam politik praktis.

"Jangan seret kampus dalam politik praktis. Biarkan kampus menjadi lembaga pendidikan yang independen, objektif, dan netral," ujar Ketum Projo Budi Arie Setiadi kepada wartawan, Sabtu (1/9/2018).

Budie menilai tindakan Sandiaga tidak etis menggunakan panggung kampus sebagai sarana politik. Dia juga menyoroti soal kampanye Pilpres 2019 yang belum dimulai.

"Menggunakan panggung kampus sebagai sarana politik sangat tidak etis. Apalagi jadwal kampanye belum dimulai. Kecuali diselenggarakan resmi oleh KPU," ucap Budie.

"Selama ini pascareformasi kampus sudah menjadi lembaga pendidikan yang kredibel. Jangan ditarik mundur lagi," imbuhnya.

Projo mengimbau elite politik tidak menjadikan lembaga pendidikan sebagai sarana politik, meski kampus memang merupakan peluang menggaet kelompok milenial dan pemilih pemula. Kepada kubu Prabowo Subianto-Sandiaga, Projo meminta untuk mematuhi aturan yang ada.

"Kami mengimbau kepada seluruh aktor politik agar menghormati independensi kampus. Nilai-nilai luhur pendidikan, etika, dan kebebasan akademik harus kita junjung tinggi. Jangan direndahkan hakekat kampus," kata Budie.

"Kampanye harus ikut aturan. Jangan semaunya sendiri. Demokrasi harus ikut aturan dan menghormati nilai-nilai yang dijunjung perguruan tinggi. Warga kampus berhak berpolitik tapi kampus nya sendiri harus back to basic," sambung mantan aktivis UI '98 itu.

Sandiaga pada pekan ini datang ke acara Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) bersama Ketua MPR sekaligus Ketum PAN, Zulkifli Hasan. Saat itu Zulkifli mempromosikan Sandiaga sebagai cawapres. Zulkifli juga menyinggung soal ganti presiden.

Sedangkan pada hari ini, Sandiaga mengisi kuliah perdana mahasiswa baru di Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka. Ia didampingi politikus Partai Demokrat (PD) Andi Nurpati.

Di Uhamka, Andi Nurpati juga mempromosikan Sandiaga. Meski tidak menyebut soal ganti presiden, ia berbicara soal ganti pemerintah.

"Kita perlu tangan tangan seperti Mas Sandi untuk memperbaiki, memperbarui, bahkan mengganti sebuah kebijakan-kebijakan tentang bidang ekonomi yang beliau sudah ahlinya di situ. Karena itu, kami yakin Mas Sandi mampu memperbaiki kondisi bangsa Indonesia, kembalikan hak-hak masyarakat kita, bantuan-bantuan jangan dicabut. Jangan dimahalkan harga sembako, listrik," sebut Andi.

"Kita semua terenyuh dengan melihat kondisi keadaan belakangan ini. Karena itu, mari kita semua bekerja bersama-sama untuk memperbaiki dan mengganti pemerintahan yang tak bisa mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya sesuai dengan konstitusi dan undang-undang," tambahnya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel