Timses Jokowi Imbau Kampanye Positif: Model Kami Bukan Obor Rakyat

Foto: Kumparan
Sekretaris Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin Hasto Kristiyanto menyampaikan kepada segenap tim sukses, baik yang berada di pusat dan di daerah, untuk menyampaikan hal-hal yang positif dan tidak menciptakan kegaduhan.
Ia menyinggung, cara-cara kampanye lawan politik seperti pada saat Pilpres 2014 yang menggunakan media Obor Rakyat harus dihindari. Obor Rakyat sempat ramai pada Pilpres 2014 karena memberitakan tulisan yang menjatuhkan dan memfitnah Jokowi yang saat itu maju nyapres bersama Jusuf Kalla.

"Karena itulah arahan Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf ini berkampanye yang positif. Kami bukan model tim kampanye yang mengeluarkan Obor Rakyat, menakut-nakuti hati rakyat, kami memenangkan hati rakyat. Membangun hal positif, membangun peradaban yang kami lakukan," kata Hasto di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Kamis (13/9).

Agar tidak menimbulkan perpecahan, Hasto juga mengarahkan seluruh tim kampanye agar tidak menjelekkan atau menjatuhkan kubu paslon lain.

"Dan itu arahan bagi seluruh tim kampanye, bagi seluruh juru bicara tidak melakukan hal negatif. Kita berbicara positif saja soal paslon. Tidak usah bicara hal-hal negatif tentang pasangan calon yang lain," lanjutnya.

Menurutnya, rakyat sekarang sudah cerdas dan dapat menentukan pilihan dengan baik. Sehingga, mana pemimpin yang suka menipu-nipu rakyat atau yang jujur dan amanah sudah bisa diketahui oleh masyarakat.

Tak hanya itu, salah satu indikator masyarakat dalam menentukan pilihan adalah rekam jejak yang tidak bisa dibohongi atau dimanipulasikan. Hasto kemudian melontarkan sindiran ke Prabowo yang pernah dipecat dari TNI dan tidak berhasil dalam membina biduk rumah tangganya bersama Titiek Soeharto.

"Toh rakyat juga akan melihat dalam memilih pemimpin itu berdasarkan rekam jejaknya. Kariernya bagaimana, pernah dipecat atau tidak misalnya, keluarganya baik atau tidak dalam membina keluarga, jalan mencari penghidupan ya suka nipu-nipu atau jalan lurus. Itu aja," jelas politikus PDIP ini.

"Rakyat itu sudah cerdas enggak perlu diajarin. Kita percaya pada hati nurani rakyat," pungkasnya. [kumparan.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel