4 Tahun Jokowi-JK, Pembangunan Infrastruktur Tak Lagi Jawa Sentris


Wasekjen Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi mengapresisasi kinerja pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla dalam empata tahun ke belakang. Menurut dia, pemerintah tidak hanya memperhitungkan keuntungan ekonomi dan bisnis semata. Tetapi juga menghadirkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah di Indonesia.

Baidowi mengatakan, pembangunan infrastruktur tak hanya difokuskan di Pulau Jawa. Sehingga, memberikan keuntungan berdasarkan perhitungan politik, bisnis, dan ekonomi. Pemerintah sangat fokus membangun pemerataan infrastruktur yang tidak hanya bersifat Jawa sentris.

“Pembangunan infrastruktur saat ini tidak lagi Jawa sentris, tapi Indonesia sentris,” kata Baidowi kepada Okezone Sabtu (20/10/2018).

Selama ini kepemimpinan Jokowi-Jusuf Kalla, lanjut dia, tak pernah memanfaatkan kekuasaan sebagai pemimpin negara untuk untuk mengintervensi kasus hukum. Apabila masih ada kasus yang belum terungkap, menurutnya, hanya sekadar masalah waktu saja. Sebab, untuk mengungkap sebuah perkara itu tak bisa hanya berdasarkan asumsi, tapi harus berdasarkan fakta dan bukti.

“Kalaupun ada beberapa (kasus) yang belum (terungkap), itu kan soal waktu aja. Tapi kita lihat pak Jokowi sendiri tidak pernah intervensi persoalan hukum, meskipun diasumsikan oleh banyak orang bahwa Pak Jokowi intervensi,” ujarnya.

Sementara itu, perekonomian global juga mengalami ketidakpastian seperti perang dagang, krisis Argentina dan Turki, serta kenaikan suku bunga. Oleh karena itu, menurutnya, diperlukan konsolidasi dan koordinasi yang kuat antara moneter fiskal dan dunia usaha. Sehingga kepercayaan publik dan internasional pun dapat terbangun.

“Tapi kami yakinkan bahwa kenaikkan dollar tidak berpengaruh signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Meskipun ada pengaruhnya, enggak banyak. Berbeda kondisinya dengan tahun 1998,” pungkasnya.  [okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel