Bukan Pencitraan, Ini Alasan Presiden Jokowi Sering Blusukan

Foto: Setkab

Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka-bukaan terkaait kebiasannya untuk turun langsung ke lapangan atau yang biasa disebut blusukan. Seperti diketahui, sejak menjadi Wali Kota Solo, Jokowi dikenal sebagai pemimpin yang rajin blusukan.

Jokowi menambahkan, kebiasaan tesebut bukanlah untuk kepentingan politik seperti pencitraaan seperti anggapan banyak orang belakangan ini. Menurut Jokowi, kebiasaan blusukan tesebut tidak ada maksud lain selain untuk memastikan bahwa pekerjaan yang dia minta dilakukan dengan benar.

"Tapi kenapa saya selalu ingin meninjau ke lapangan itu karena saya ingin memastikan pekerjaan yang saya berikan selesai dengan kualitas yang baik," ujarnya dalam acara Indonesia Infrastuktur Week 2018 di JIExpo, Jakarta, Rabu, (31/10/2018).

Mantan Wali Kota Solo itu menyebut, jika harus memilih lebih enak bekerja di dalam ruangan, sebab tidak terpapar sinar matahari dan juga suhu ruangannya yang dingin. Hal tersebut berbanding terbalik jika harus bekerja di luar ruangan yang cuacanya cukup panas

Namun menurut Jokowi, hal tersebut bukanlah menjadi kebiasannya dan proyek-proyek tersebut juga bisa terancam mangkrak. Karena dari banyak proyek yang mangkrak biasannya diakrenakan tidak sering terpantau oleh para pemimpinnya.

"Pekerjaan lapangan itu sangat berat. Saya pun kalau milih saya ingin kerja di ruangan ber-AC enak dingin," ucapnya.

Oleh karenanya dalam setiap kesempatan dirinya selalu memuji para pekerja yang bekerja di lapangan termasuk para pekerja konsturksi. Sebab menurutnya, dirinya merasakan sendiri bagaimana perjuangannya dan sulitnya kerja dilapangan ketika blusukan.

Sebagai salah satu contohnya adalah para pekerja yang membangun infrastuktur jalan hingga jalan tol di Wilayah Papua sana. Menurut Jokowi, untuk membangun infrastuktutr jalan di Papua sangatlah sulit sebab memiliki medan yang berbeda dari daerah lainnya di Indonesia.

"Saya sangat menghargai kontribusi saudara-saudara sekalian. Apalagi yang bekerja di daerah terisolir. Saya lihat ada yang bekerja di supervisi sampai ke bawah ini pekerjaan yang tidak mudah. Saya melihat langsung pembuatan 3.200 meter diatas laut itu di Wamena. Membawa alat beratnya dengan helikopter itu berat sekali tapi bapak ibu sekalian berada di lapangan," jelasnya. [okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel