Erick Thohir: di Forum IMF, Jokowi Tunjukkan Kelas Pemimpin Dunia

Foto: Antara

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini menyampaikan pidato di acara pembukaan Pertemuan Tahunan IMF–World Bank di Nusa Dua Bali. Pidato itu mendapatkan pujian dan juga tepuk tangan dukungan dari para pimpinan pemerintahan, pimpinan IMF dan World Bank, kepala bank sentral, serta menteri keuangan dari seluruh dunia yang hadir dalam acara tersebut.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menggambarkan analogi situasi dunia saat ini sama seperti cerita serial “Game of Thrones” (GoT), ketika tujuh kerajaan memperebutkan kekuasaan Iron of Throne. Beberapa kelompok elite terlibat dalam perebutan ini. Ketika puncak keributan terjadi, ancaman besar yang tidak pernah diperhitungkan muncul dari Evil Winter yang ingin merusak dan menyelimuti dunia dengan es dan kehancuran.

“Dengan analogi tersebut, Jokowi menyampaikan pesan moral kepada seluruh pemimpin dunia, bahwa kekuatan bersama itu penting untuk menghadapi ancaman global yang sedang meningkat pesat, mulai dari perubahan iklim, sampah plastik, sampai ancaman global dan sebagainya,” ungkap Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi–Ma’ruf Amin, Erick Thohir, melalui siaran pers yang diterima iNews.id di Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Pada pidatonya, Presiden Jokowi juga sempat bertanya kepada hadirin, dalam menghadapi ancaman global tersebut, apakah ini saat yang tepat untuk rivalitas dan kompetisi? Ataukah sebaliknya, apakah ini saat yang tepat untuk bekerja sama dan kolaborasi? Kepala negara mengingatkan, tahun depan akan menjadi sesi terakhir dari cerita GoT. Hasilnya bisa ditebak, yang menang akan babak belur, yang kalah juga akan tambah sengsara.

Pesan moralnya, kata Jokowi, konfrontasi dan perselisihan akan mengakibatkan penderitaan bukan hanya yang kalah, tapi juga yang menang. “Pesan moral Bapak Presiden memang sangat tepat dan mewakili aspirasi dunia. Dunia sedang berhadapan dengan pilihan, yaitu lanjutkan rivalry (pertarungan) atau mulai collaborate (bekerja sama) menghadapi tantangan besar dunia,” ucap Erick.

Dia menuturkan, setidaknya ada tiga tantangan besar dunia saat ini, yaitu Perang Dagang (Trade War), gangguan teknologi (technology disruption), dan ketidakpastian dunia (seperti perubahan iklim, emisi karbon, dan peningkatan ketimpangan). Karena itu, pilihan yang tepat saat ini menurut Jokowi adalah menumbuhkan kepercayaan terhadap sesama (elevate mutual trust) dan  meningkatkan kerja sama dalam banyak bidang (increase multilateral collaboration).

“Sekali lagi, Presiden Jokowi menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin dunia. Presiden Jokowi mengajak para pemimpin dunia dan pembuat kebijakan agar mengedepankan kerja sama dan kolaborasi sebagai jawaban atas masalah dan ancaman bersama,” kata Erick.

Menurut dia, kepemimpinan Indonesia dalam forum IMF dan World Bank akan mewakili semangat negara-negara kecil, menengah, dan besar untuk membangun tatanan dunia baru yang lebih baik untuk semua. [inews.id]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel