Hingga Oktober, 112 Titik Penyalur BBM Satu Harga Tersebar di RI

Foto: Biro Pers Setpres

Program BBM Satu Harga telah bergulir sejak 2017. Menurut catatan PT Pertamina (Persero) terdapat 54 titik penyalur BBM Satu Harga selama 2017.

Selanjutnya di 2018 hingga Oktober, terdapat 58 titik penyalur, sehingga totalnya ada 112 titik penyalur BBM Satu Harga. Dengan beroperasinya lembaga penyalur di 58 titik, Pertamina telah merealisasikan 87% dari target BBM Satu Harga tahap ke-2.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito menjelaskan targetnya bakal ada 67 titik penyalur BBM Satu Harga hingga akhir 2018.

"Sudah 58 lokasi. Kami upayakan 67 titik bisa selesai lebih cepat pada bulan November, sehingga pada akhir tahun 100% atau semua titik yang ditargetkan pemerintah sudah terealisasi,"jelas dia, Selasa (30/10/2018).

Adiatma menjelaskan 58 titik tersebut tersebar di seluruh Indonesia, antara lain di wilayah Pertamina Marketing Operation Region I di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau 8 titik, Wilayah Marketing Operation Region II Sumatera Selatan, Lampung 3 titik, wilayah Marketing Operation Region V NTB dan NTT 10 Titik, wilayah Marketing Operation Region VI di Kalimantan Utara.

Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan 15 titik, Marketing Operation Region VII di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Sulawesi Tenggara 9 titik dan di wilayah Marketing Operation Region VIII di Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat sebanyak 13 titik.

"Lembaga penyalur BBM yang telah beroperasi, 21 diantaranya sudah diresmikan pemerintah dalam hal ini BPH Migas dan ESDM, namun demikian lembaga penyalur yang belum diresmikan tetap beroperasi dan melayani masyarakat," terang Adiatma.

Program BBM Satu Harga merupakan program pemerintah dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal ini menjadi perhatian khusus pemerintah agar masyarakat yang tinggal di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) bisa merasakan harga BBM sesuai ketentuan Pemerintah dalam rangka pemerataan dan asas keadilan.

"Rata-rata penyaluran BBM Premium dan Solar periode 2017 sebesar 1.856 KL/ bulan untuk 54 lembaga penyalur. Sementara pada tahun 2018 apabila 67 lembaga penyalur telah beroperasi maka rata-rata penyaluran BBM sebesar 5.727 KL/bulan," jelas dia.

Sebagai informasi, sesuai dengan Permen ESDM No.36 Tahun 2016 tentang Percepatan Pemberlakuan Satu Harga JBT & JBKP Secara Nasional, Pertamina ditargetkan mendirikan lembaya penyalur di 150 titik selama 3 tahun dari 2017 - 2019. Pada tahun 2017 ditargetkan 54 titik di daerah dengan infrastruktur darat dan laut cukup baik, tahun 2018 sebanyak 67 titik di daerah dengan infrastruktur darat dan laut terbatas dan 29 titik pada tahun 2019 di daerah dengan infrastruktur darat dan laut cukup sulit. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel