Jalan Tol, Angin Segar Warga Sumatera


Jalan tol yang menghubungkan Palembang-Indralaya menjadi angin segar di Sumatera Selatan. Bukan hanya menjadi pengurai macet, jalan bebas hambatan itu pun mempermudah pengusaha mendistribusikan produk mereka.

Tahun lalu, tepatnya 12 Oktober 2017, Presiden Joko Widodo meresmikan jalan tol sepanjang 22 Kilometer tersebut. Sejak itu, pengendara melintas.

Atika Amalia, satu di antara warga Sumsel yang menggunakan jalan tersebut. Sehari-hari, Atika berkendara dari Palembang menuju Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.

Beberapa tahun lalu, kata Atika, ia harus melintasi jalan lintas timur (Jalintim) sejauh 30 Km. Di jalan tersebut, berbagai jenis kendaraan melintas. Mulai dari sepeda motor hingga truk.

Kemacetan kerap terjadi. Sehingga tak jarang ia terlambat masuk kantor.

"Sekarang sudah tidak pernah terlambat lagi karena berangkat dan pulang kerja selalu lewat jalan tol. Kalau dulu parah, harus berangkat lebih pagi biar tidak terlambat, tapi masih juga sering kesiangan," ujar Atika yang bekerja di kantor Pemerintahan Kabupaten Ogan Ilir di Indralaya, kepada Medcom.id.

Pernah, ceritanya, kemacetan dari pagi sampai sore. Sebab, kecelakaan terjadi antara sebuah bus dengan truk. Lalu lintas macet hingga berjam-jam lamanya.

Pengalaman yang sama pun disampaikan Ervan Azis, mahasiswa Universitas Sriwijaya. Kemacetan di Jalintim menjadi makanan sehari-hari. Sebab ia tinggal di Indralaya dan kuliah di Palembang.

"Bus mahasiswa yang kami tumpangi sering terjebak macet di jalan. Imbasnya kami sering telat kuliah pagi. Padahal sudah berangkat lebih cepat. Sejak ada jalan tol, sekarang lancar dan cepat sampai di kampus," ucap Ervan.
 
Kemudahan pun dirasakan pengusaha yang beroperasi di Sumatera Utara. Di provinsi tersebut, pemerintah membangun jalan tol yang menghubungkan Medan menuju Binjai.

Ketua Umum Kamar Dagang Industri Sumatera Utara Khairul Mahalli mengatakan pelaku usaha sangat terbantukan dengan infrastruktur tersebut. Biaya logistik, distribusi bahan mentah dan hasil produksi, serta waktu pun jadi lebih ringkas.

"Tol Sumatera membantu peningkatan produktivitas industri hingga 10 sampai dengan 15 persen. Ada pula usaha transportasi yang dapat menjalankan dua hingga tiga trip. Sebelumnya, satu transportasi umum hanya bisa menjalankan satu trip," ujar Khairul.

Tapi, kata Khairul, pemerintah juga harus memerhatikan hal-hal berkaitan dengan sarana itu. Seperti tatanan peraturan pada keamanan, perawatan, rambu lalu lintas, dan tarif tol.

Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekhshah mengapresiasi program pemerintah membangun jalan tol Sumatera. Musa optimistis pembangunan infratsruktur mendongkrak peningkatan ekonomi dan potensi wisata.

"Jalan itu ibarat urat nadi. Jalannya bagus, ekonomi meningkat, pariwisata berkembang. Lebih efisien, hemat biaya, pendapatan asli daerah juga meningkat,". [medcom.id]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel