Jokowi akan pimpin apel akbar 50 ribu santri di Benteng Vastenburg

Foto: Liputan6.com

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memimpin Ampel Akbar Santri Nusantara 2018 di Benteng Vastenburg, Solo, Sabtu (20/10). Menurut rencana, acara yang sudah tertunda tiga kali itu akan dihadiri sekitar 50 ribu santri dari 34 provinsi di Indonesia.

Ketua Pimpinan Pusat Rabitah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU), Abdul Ghoffar Rozin (Gus Rozin) mengatakan, dipilihnya Kota Solo sebagai lokasi acara tersebut karena Solo merupakan kota santri yang multikultiral. Ia menolak jika kegiatan tersebut bermuatan politik. Untuk itu, pihaknya melarang para peserta membawa atau mengenakan atribut kampanye.

"Saya mengingatkan kepada para peserta apel akbar, karena ini tahun politik, acara ini bukan kampanye. Saya mengimbau publik menjaga acara ini sebagai acara santri nasional. Tidak ada atribut kampanye apapun," ujar Gus Rozin.

Gus Robin menerangkan, pada apel santri tersebut juga akan dibacakan ikrar oleh perwakilan santri dari 34 provinsi. Substansi dari ikrar tersebut adalah tekad menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam acara tersebut, lanjut dia, Jokowi diundang sebagai Presiden dan bukan sebagai calon presiden.

"Nanti ikrar akan dipimpin oleh Presiden, karena presiden adalah simbol negara dan dalam konteks mengembangkan pesantren, negara harus hadir," jelasnya.

"Kalau dilihat dari sisi sejarahnya, Presiden Jokowi juga yang menetapkan Hari Santri Nasional," imbuhnya.

Ketua Panitia Apel Akbar Santri Nusantara, Habib Soleh menambahkan, pada apel akbar tersebut juga akan digelar istighosah yang akan dipimpin oleh ulama asal Kota Solo. Selain istighosah, ada juga pertunjukan seni dari Menara Band, serta Solo Batik Carnival (SBC).

"Nanti ada istighosah, pertunjukan seni dari Menara Band dan SBC," kata dia. [merdeka.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel