Jokowi Jaga Kedaulatan NKRI

Foto: Antara/Agus Suparto

Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengganti nama Laut China Selatan menjadi Laut Natuna Utara membuat Beijing tak nyaman dan berang. Keputusan Presiden telah membuka mata dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang memiliki kedaulatan atas daratan dan lautnya yang tidak bisa diganggu gugat.

"Keputusan Jokowi dengan mengganti nama Laut China Selatan menjadi Laut Natuna Utara menimbulkan protes dari Beijing. Beijing tentunya tidak akan berhenti hanya sekadar protes," kata Ketua Fraksi Hanura DPR-RI, Inas N Zubir dikutip dari Media Indonesia, Senin, 1 Oktober 2018.

Menurut Inas, Beijing akan berupaya menjatuhkan Jokowi dalam Pemilu 2019 mendatang dengan melibatkan lawan politik Jokowi maupun oposisi melalui berbagai cara. Inas kemudian menganalisis manuver Beijing yang menggoda Prabowo Subianto.

Kedatangan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian ke kediaman Prabowo, Rabu 26 September 2018, menjadi awal kecurigaannya. Ia menyindir Prabowo yang menghadiri perayaan kemerdekaan ke-69 Republik Rakyat Tiongkok pada Kamis 27 September 2018 di Hotel Sangri-La Jakarta.

"Tanda-tanda adanya kesepakatan antara Prabowo dengan Beijing nampaknya semakin terang," imbuhnya.

Terlebih, sambung Inas, Jokowi juga menolak keras keinginan Tiongkok lewat perusahaan minyaknya, CNOOC, untuk memperpanjang pengelolaan lapangan minyak di wilayah kerja Southeast Sumatra (SES).

"Ngototnya Jokowi yang lebih mementingkan kedaulatan Indonesia, semakin membuat Beijing berang dan Tiongkok dipastikan akan memilih bekerja sama dengan oposisi yang dipimpin oleh Prabowo," imbuhnya.

Sementara itu, kubu Prabowo membantah adanya kesepakatan politik dengan Tiongkok. Menurut juru bicara Tim Pemenangan Prabowo-Sandi, Agnes Marcelina, pertemuan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian murni silaturahim.

"Saya hadir dalam pertemuan itu dan semua terbuka. Saya pastikan tidak benar," kata Agnes. [metrotvnews.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel