Kisah Menteri Susi, dari Berjualan Bed Cover hingga Beli Pesawat

Foto: Dok. KKP

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ternyata tak cuma bergelut dengan aktivitas jual beli ikan saat meretas bisnis dan kariernya. Jauh sebelum jadi bos maskapai penerbangan, Susi bahkan pernah berdagang bed cover untuk mengumpulkan modal.

Kisah perjuangan merintis usaha itu diceritakan Susi saat menjadi pembicara dalam acara Wisuda Kelulusan Mahasiswa Universitas Sampoerna di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Susi menyampaikan berbagai kisah inspiratif kepada para lulusan, terutama yang berkaitan erat dengan tema wisuda, "Ready for the Future".

"Sebelum menjadi menteri, banyak sudah yang saya lakukan. Dari jualan bed cover hingga menjual perhiasan saya sebagai modal menjadi pengepul ikan," ujar Menteri Susi sembari mengenang kisahnya, dalam keterangan tertulis yang diterima iNews.id, Sabtu (20/10/2018).


Setelah bisnisnya dirasa semakin berkembang, dia pun memberanikan diri meminjam modal dari perbankan. Dalam perkembanganya, Susi memutuskan membeli sebuah pesawat Cessna Caravan seharga Rp20 miliar pada 2004.

"Satu-satunya pesawat yang saya miliki itu saya gunakan untuk mengangkut lobster dan ikan segar tangkapan nelayan di berbagai pantai di Indonesia ke pasar Jakarta dan Jepang," kata Susi.

Menurut perempuan kelahiran Pangandaran itu, pesawat dibutuhkan agar produk-produk perikanan yang diekspor dapat tetap dalam keadaan hidup dan segar.

Susi juga menceritakan bagaimana pesawat miliknya menjadi transportasi udara pertama yang berhasil mendarat di Aceh untuk memberikan bantuan usai bencana tsunami.

"Ya dari situ, banyak orang tahu tentang Susi Air. Banyak juga media yang meliput. Hingga nama Susi Air sekarang diketahui banyak orang. Ya, itu sekilas tentang perjalanan saya di dunia bisnis, yang berpegang teguh pada apa yang diimpikan," kata Menteri Susi.

Dalam acara wisuda yang berlangsung Kamis (18/10/2018) itu, Menteri Susi berpesan kepada seluruh lulusan Universitas Sampoerna agar memiliki pola pikir yang baru dalam mengelola sumber daya yang dimiliki Indonesia.

"Satu lagi, jangan pernah takut bermimpi. Manfaatkan energi yang ada. Yakin, kerja keras, dan keinginan belajar lagi dan lagi," kata dia. [inews.id]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel