Luhut: Pencuri Buoy Tsunami Sama Dengan Pembunuh

Foto: CNBC Indonesia

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengaku sangat prihatin dengan kasus pencurian alat pendeteksi tsunami (tsunami buoy) yang terpasang di laut lepas selama beberapa tahun terakhir.

Luhut bahkan menyebut pencuri alat-alat tersebut sama halnya dengan pembunuh.

"[Tidak adanya] tsunami buoy itu salah satu dampaknya ya kita informasinya sedikit terlambat ya, tapi sekarang kita mau perbaiki. Harus disosialisasikan juga, jangan lah buoy itu diambil karena kalau dia mengambil buoy sebenarnya sama dengan dia membunuh saudara-saudaranya sendiri," kata Luhut di kantornya, Senin (1/10/2018).

Luhut mengakui kasus pencurian atau perusakan tsunami buoy di laut lepas terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Pengadaannya pun akhirnya dihentikan karena tidak adanya anggaran.

"Besok ada rapat terbatas mengenai itu. Tadi Kepala BMKG  juga mengusulkan adanya perbaikan mengenai buoy dengan anggaran ratusan miliar rupiah untuk seluruh [lepas pantai] Indonesia supaya bisa terlindungi dengan bagus. Jumlahnya nanti kita lihat," jelas Luhut.

Sebelumnya, dalam siaran persnya Luhut menyebutkan BMKG sudah mendapatkan arahan dari pemerintah untuk memperbaharui peralatan seperti radar cuaca, system peringatan dini (early warning system) dan peralatan pendukung lain.

"Kita juga harus mengingatkan masyarakat agar jangan buoy-buoy sebagai early warning system itu jangan dicuri seperti yang terjadi di Aceh dan wilayah lain, karena akan fatal akibatnya dan dapat menimbulkan banyak korban jiwa. Saya kira masyarakat harus mengetahui itu," ujarnya. [cnbcindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel