Ma'ruf Amin ke Singapura, Temui Perdana Menteri Lee

Foto: Dok. TKN Jokowi-Ma'ruf

KH Ma'ruf Amin bertolak ke Singapura untuk mengikuti sejumlah kegiatan. Hari ini, ia diterima oleh Perdana Menteri Lee Hsien Loong di Istana Singapura.

Ma'ruf Amin diterima PM Lee di Istana Singapura pada pukul 12.30 waktu setempat. Cawapres nomor urut 01 ini juga menyampaikan salam pasangannya, Joko Widodo, kepada PM Kee.

Dalam kesempatan itu, Ma'ruf berbicara soal harapannya agar hubungan serta kerja sama antara Indonesia dengan Singapura semakin meningkat. Khususnya pada sejumlah hal.

"Terutama dalam mengatasi persoalan ekstremisme, radikalisme dan perbaikan ekonomi," ujar Ma'ruf kepada PM Lee di Istana Singapura seperti keterangan tertulis Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Selasa (16/10/2018).

Ia juga berbicara soal kekuatan negara-negara di Asia Tenggara. Menurut Ma'ruf, negara di kawasan Asia Tenggara harus harmonis untuk menjaga perekonomian bersama.

"Di Asia Tenggara ini kita harus memiliki hubungan yang harmonis agar tidak tergantung kepada ekonomi Amerika dan China," ucap Rais PBNU itu.

Dalam kesempatan itu, PM Lee memanggil Ma'ruf dengan sebutan 'Bapak Kiai'. Ia menyatakan, apa yang terjadi di Indonesia akan berpengaruh ke negara lain, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Mengingat Indonesia merupakan negara besar.

Hal tersebut terkait dengan gelaran Pemilu 2019 yang akan berlangsung serentak pada 2109.

"Saya berharap Pemilu di Indonesia akan berjalan baik. Hasil Pemilu juga akan berpengaruh pada negara lain. Sebagaimana Pemilu di Amerika juga berdampak pada semua," sebut PM Lee.

Di hadapan Ma'ruf, PM Lee yang baru saja kembali dari pertemuan IMF di Bali juga memberikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia sebagai penyelenggara. Singapura juga berpengalaman menyelenggarakan acara IMF dan paham bahwa hal itu tidak mudah.

"Terima kasih Bapak Kiai berkenan hadir, untuk berbagi pandangan dalam Public Lecture besok kepada masyarakat Singapore," ujar PM Lee.

Selain bertemu PM Lee, Ma'ruf Amin datag ke Singapura juga karena ada undangan dari S. Rajaratnam School of International Studies (RSiS) Nanyang Technological University (NTU). Ma'ruf diminta memberikan Public Lecture tentang Islam Wasithiyah dan Ekonomi Berkeadilan, Rabu (17/10) besok. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel