Menhub berikan gelar pahlawan untuk Anthonius Agung dan tawarkan dimakamkan di TMP


Petugas Air Traffic Controller (ATC) Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, Anthonius Gunawan Agung meninggal setelah memandu pesawat Batik Air ID 6231 lepas landas. Menara ATC runtuh dan menimpanya.

Pemerintah menawarkan gelar pahlawan kepada Anthonius Gunawan Agung atas jasanya dan pengorbanannya demi kelancaran penerbangan. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan, pemerintah sangat mengapresiasi jasa Anthonius Gunawan agar Pesawat Batik Air dapat lepas landas saat gempa 7,4 magnitudo melanda Palu.

"Dia jadi satu contoh panutan bagi kita. Oleh karenanya, sebuah gelar sudah diberikan kepada almarhum, dan juga meminta kesediaan agar bisa dimakamkan di taman makam pahlawan," ungkap dia di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (1/10).

Anthonius mencoba terjun dari lantai 4 tower ATC untuk menyelamatkan diri. Nyawanya gagal terselamatkan. Pemerintah menyampaikan duka cita mendalam. Sebagai bentuk penghargaan, pemerintah coba membujuk keluarga agar jenazah Anthonius Gunawan Agung dikebumikan berdampingan dengan para pahlawan.

"Insya Allah dalam beberapa hari ini gelar itu akan kami berikan kepada keluarga, dan kami berharap keluarga adinda Agung diperkenankan untuk dimakamkan di taman makam pahlawan," ucap Menhub. [merdeka.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel