Nasdem: Selain Hoaks, Jokowi Juga Dikepung Fitnah dan Demo

Foto: Liputan6.com

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakatan Pilpres 2019 adalah pertarungan terberat bagi Prabowo Subianto. Alasannya, di Pilpres tahun 2009 dan 2014 tidak ada pengerahan kepala daerah untuk mendukung salah satu pasangan capres-cawapres.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago menilai justru pilpres tahun depan adalah yang terberat bagi pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin. Sebab, kata dia, Jokowi selalu dirundung pemberitaan tidak benar atau hoaks.

"Loh enggak ke balik nih? Bukannya justru terberat sepanjang masa? Apalagi bagi Jokowi selain di kepung hoaks dikepung fitnah juga dikepung demo berjilid-jilid," kata Irma saat dihubungi, Kamis 11 September 2018.

Salah sau contohnya, kata Irma, jika hoaks soal ratna Sarumpaet tak terbongkar maka bakal ada demo besar-besaran kepada Jokowi.

"Bayangkan saja! Jika tipu muslihat kasus Ratna Sarumpaet tidak terbongkar. Pasti kami babak belur dan akan ada demo lagi ber-bab-bab," ungkapnya.

Klaim Gerindra

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan Pilpres 2019 bagi ketua umumnya, Prabowo Subianto. Sebab, kata dia, banyak kelapa daerah yang mendeklarasika diri mendukung pasangan petahana Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma'ruf Amin.

"Dari tiga kali maju Pak Prabowo sebagai presiden, yang kebetulan saya tetap jadi sekjen partai yang mengusung beliau, kami merasakan terus terang ini adalah bobot terberat beliau menjadi calon presiden," kata Muzani.

"Kami merasakan bahwa dulu 2009 tidak ada pengerahan bupati, wali kota, gubernur semasif seperti sekarang ini. Sekarang ini gubernur, bupati, wali kota seperti dikerahkan untuk memberikan deklarasi dukungan ke Jokowi-Ma’ruf," sambungnya. [liputan6.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel