Perintah Jokowi Akhirnya Terwujud: Gunung Botak Bersih Penambang Emas

Foto: Dok. Bareskrim

Sejak 2017 lalu Presiden Jokowi sudah memberi perintah agar Gunung Botak, Pulau Buru, Maluku bersih dari penambang emas liar. Kawasan itu memang penuh penambang emas liar dan menimbulkan pencemaran lingkungan luar biasa, karena limbah merkuri.

Pencemaran dan kerusakan Gunung Botak juga menjadi isu nasional yang disorot publik.

Sejak pertengahan Oktober ini, Bareskrim Polri dengan bantuan Polda Maluku serta TNI, dan Pemprov Maluku melakukan operasi penertiban di kawasan itu.

Menurut Kabareskrim Komjen Arief Sulistyanto, pada Rabu (17/10), saat Kapolda Maluku Irjen Royke Lumowa yang melakukan peninjauan ke lapangan, Gunung Botak sudah bersih dari penambang liar.

"Seluruh penambang tanpa ijin ( PETI ) sudah meninggalkan lokasi Gunung Botak dan Sungai Anahoni," beber Arief di Yogyakarta, Kamis (18/10).

Dari laporan Polda Maluku, tenda, bak rendaman dan lobang tambang pada umumnya sudah dirobohkan dan dirusak. Namun memang masih ada sebagian kecil yang masih berdiri.


"Akan dilakukan proses pembersihan dengan menggunakan alat berat dari Pemda Kabupaten Buru serta dilanjutkan dengan Pendirian Pos Pam Terpadu dan penutupan akses jalan ke Gunung Botak," beber Arief yang baru dua bulan menjabat Kabareskrim ini.

Pihak kepolisian sudah melakukan penyitaan tempat pemurnian bahan tambang emas dan memasang garis polisi.

"Satgas Terpadu Gunung Botak Provinsi Maluku akan diturunkan untuk perkuatan pembersihan dan penutupan pasca penertiban, yang dilanjutkan dengan penempatan 4 Pos pengamanan terpadu di lokasi Gunung Botak dan Sungai Anahoni," beber dia.

Polda Maluku dan Pemprov tengah menyusun langkah untuk penutupan secara permanen lokasi tambang Gunung Botak.

"Selama pelaksanaan penertiban dan langkah-langkah pembersihan lokasi berjalan berjalan kondusif tanpa ada perlawanan atau penolakan," tutup dia. [kumparan.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel