Sebut Gratiskan Jembatan Suramadu sebagai Pencitraan, TKN Jokowi: Kampungan!

Foto: Okezone

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jenderal (Purn) Moeldoko menyebutkan pihak yang menganggap salah satu kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengratiskan jembatan Surabaya - Madura (Suramadu) merupakan sebagai bentuk pencitraan Jokowi, hal itu dinilai kampungan.

"Presiden selaku kepala pemerintahan, itu tugas pokoknya mensejahterakan rakyat, jadi jangan diliatnya sepotong-potong, kampunganlah itu, yang utuh liatnya," kata Moeldoko di Rumah Aspirasi, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (31/10/2018).

Menurut mantan Panglima TNI itu, tindakan Jokowi yang mengratiskan jalan tersebut sebagai kepala negara bukan sebagai salah satu calon presiden yang memiliki niat untuk meraup suara masyarakat sekitar.

"Beliau sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, jangan diliat sebagai capres enggak ketemu dong nanti," ucapnya.

Oleh karena itu, Moeldoko meminta masyarakat untuk menilai secara utuh dari kebijakan yang berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.

"Lihat secara utuh bahwa tugas presiden sampai dengan nanti (bulan April) ya masih presiden, jadi tugas presiden harus mendengar apa mau masyarakat bukan yang lain-lain kalau masyarakat maunya (digratiskan)," tutupnya.

Sebagaimana diketahui, dari kebijakan yang diputusankan oleh Pemerintahan Jokowi-JK menuai silang pendapat antara kubu pendukung Capres Jokowi- Maruf Amin dengan Kubu Pendukung Capres Prabowo- Sandiaga Salahuddin Uno.

Adapun kubu pendukung Prabowo yang saat ini menjadi kelompok oposisi pemerintahan Jokowi-JK menuding bahwa kebijakan itu merupakan bentuk pencitraan calon presiden Jokowi demi meraup suara masyarakat Madura di pilpres tahun depan.

Namun kubu pendukung Capres Jokowi - Maruf Amin langsub membantah tuduhan tersebut. para pendukung Jokowi menekankan bahwa keputusan Jokowi merupakan salah satu tugas sebagai kepala negara. [okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel